10 Perusahaan yang Mengubah Gaya Hidup Masyarakat (1)

10 Perusahaan yang Mengubah Gaya Hidup Masyarakat (1)

Ramdhania El Hida - detikFinance
Senin, 29 Okt 2012 08:52 WIB
10 Perusahaan yang Mengubah Gaya Hidup Masyarakat (1)
Foto: CNBC
Jakarta - Terkadang, kemunculan sebuah produk berhasil mengubah paradigma konsumen terhadap barang tersebut. Bahkan, keberadaannya mampu mengorbankan industri lain.

Contohnya, Apple, keberadaan perusahaan ini mampu mengubah wajah dunia musik dengan penggunaan iPod. Selain itu, dia juga mampu melakukan transisi pengguna smartphone dengan iPhone, serta pengguna komputer dan laptop dengan iPad.

Begitu juga dengan Amazon, telah mengubah pandangan konsumen tentang belanja online dan Facebook mampu mengubah cara orang berkomunikasi dan berhubungan kembali.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ketiga perusahaan ini tidak sendirian, ada 10 bisnis lain yang mampu mengubah kehidupan masyarakat berdasarkan CNBC.com yang dikutip detikFinance, Senin (29/10/2012).

10. Craiglist

Sebelum adanya perusahaan ini, orang berpikir untuk mengiklankan apartemen, mencari jodoh hanya melalui iklan di koran lokal. Namun, situs initernet ini mampu menyederhanakan bisnis iklan melalui iklan baris sehingga dapat menurunkan biaya.

Dengan demikian, masyarakat berbondong-bondong mengiklankan produk mereka melalui situs ini. Saat ini sekitar 80 juta iklan baris ditayangkan situs ini setiap bulannya, termasuk 2 juta iklan lowongan pekerjaan yang kebanyakan diberikan secara gratis.

9. Eastman Kodak

Perusahaan yang mampu mengubah gaya hidup masyarakat dalam dunia fotografi ini akhirnya bernasib ironis. Perusahaan ini sebetulnya sudah mampu menciptakan kamera digital pada tahun 1975. Namun, karena takut membahayakan bisnis fotografi, perusahaan ini menunda memproduksi kamera tersebut.

Akhirnya, dia gagal memenuhi kebutuhan akan kamera digital dan mengalami kebankrutan. Kamera digital kini menjadi metode komunikasi baru. Hari ini, berkat kemajuan teknologi, jutaan orang membawa kamera digital mereka bersama dengan smarthphone.

8. Netflix

Perusahaan ini sangat mengorbankan industri penyewaan video di Amerika. Pasalnya, dia datang dengan konsep penyewaan video secara berlangganan dalam bentuk online.

Pada peluncuran perdananya, pemilik perusahaan ini menyatakan harga sahamnya mencapai US$ 305 per lembar. Namun, perusahaan ini jatuh ketika menaikkan biaya langganan sekitar 60 persen.

Meskipun demikian, Netflix masih memiliki sekitar 24 juta pelanggan dan banyak perusahaan yang menyerah bersaing dengan perusahaan ini. IHS Screen Digest memperkirakan pangsa pasar Netflix mencapai 44 persen, sementara Apple hanya 32 persen.

7. Pandora

Hari-hari mendengarkan radio untuk mencari artis-artis favorit mulai terbenam sejak tahun 2000. Hal ini karena munculnya perusahaan Pandora yang memberikan layanan musik.

Saat ini, perusahaan ini memiliki hampir 55 juta pengguna dan memiliki pasar senilai US$ 1,6 miliar.

"Pandora merupakan perusahaan pertama yang mengantarkan musik bagi penggila musik melalui streaming sehingga mampu menurunkan penjualan CD. Kemampuannya menggunakan perangkat lunak serta menyediakan konten berkualitas tinggi dan prediksi lagu dan seniman ini memberikan kemudahan bagi masyarakat," ujar pengamat teknologi dan penulis "Becoming Official" Scott Steinberg.

6. Skype

Perusahaan ini membuka dunia teleconference kepada masyarakat dunia dengan harga murah selagi berkoneksi dengan internet.

Hal ini memberikan tantangan bagi perusahaan lain yang bergerak di bidang yang sama tetapi masih mengenakan harga lebih tinggi dibandingkan Skype.

Skype diakusisi Microsoft tahun lalu dengan harga US$ 8,5 miliar dengan lebih 660 juta pengguna terdaftar.
Halaman 2 dari 6
(nia/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads