Presiden Yunani Carolos Papoulias mengatakan rakyatnya sudah memberikan seluruh daya dan upaya dalam melawan krisis ekonomi yang terjadi di negaranya. Dengan perjuangan yang mati-matian itu, diharapkan krisis itu bisa segera dihalau.
Papoulias mengatakan, masa pemulihan dari krisis ekonomi di negara yang sudah dua tahun mendapat dana talangan dari internasional itu harus segera tiba.
"Karena sudah tidak ada lagi yang bisa dilakukan rakyat Yunani, mereka sudah memberikan seluruh daya dan upaya," katanya saat pidato di hari jadi militer Yunani dikutip AFP, Senin (29/10/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Negara dewa-dewi kuno itu sudah mengalami resesi selama enam tahun berturut-turut sampai saat ini, dan harus menerima bantuan dana dari Uni Eropa, Bank Sentral Eropa (European Central Bank/ECB), dan International Monetary Fund (IMF) untuk bertahan hidup.
Menteri-menteri Uni Eropa berencana menggelar beberapa pertemuan untuk menentukan apakah Athena sudah layak menerima dana bantuan US$ 41 miliar (Rp 369 triliun). Selain itu, apakah Yunani juga akan diberi tambahan waktu dua tahun lagi untuk melakukan reformasi.
Pidato Papoulias itu dilangsungkan di bagian utara kota Thessaloniki dalam rangka memperingati kemenangan Yunani atas Nazi waktu Perang Dunia II. Papoulias menilai, meski Yunani memberikan kontribusi yang lumayan banyak di Perang Dunia II, namun banyak orang yang tidak ingin mengakui hal itu.
"Banyak orang melupakan kontribusi Yunani karena tidak ingin mengingat-ingat utang budi Eropa ke Yunani yang negara kecil ini," katanya.
Acara di kota Thessaloniki ini dijaga lebih ketat dari tahun lalu. Banyak polisi berjaga-jaga di setiap sudut dan setiap jadwal acara, seperti pawai dan panggung, demi meminimalisir hal-hal yang tidak diinginkan.
Pasalnya, tahun lalu ratusan warga yang anti program penghematan sudah memblokir jalanan ketika pawai Thessaloniki, memaksa sang presiden meninggalkan lokasi sebelum sempat membuka acara. (/)











































