"Semua gratis mas sekarang, sejak kemarin sore. Semua ditempel stikernya," kata seorang penjaga kebersihan di Stasiun Gambir yang tak mau disebutkan namanya kepada detikFinance, Senin (29/10/12).
Ia mengaku tak tahu menahu alasan digratiskannya toilet tersebut. Menurutnya, untuk masuk ke beberapa toilet memang sebelumnya dikenakan tarif Rp 2.000.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seperti diketahui, dalam berita sebelumnya kemarin siang, seorang penumpang kereta api bernama Tika menyesalkan masih dipatoknya tarif khusus toilet di Stasiun Gambir. Toilet tersebut merupakan fasilitas umum yang seharusnya gratis.
"Payah mas, masih saja dipalak Rp 2.000. Meskipun bersih sekali tapi sayang jika harus bayar," tutur Tika kemarin.
Jauh sebelumnya PT Kereta Api Indonesia (KAI) mengklaim terus berkomitmen membenahi sarana pelayanan kereta dan stasiunnya. Toliet stasiun pun telah disulap berbeda menjadi bersih dan 'kinclong'.
Direktur Utama KAI Ignasius Jonan pernah memamerkan betapa bersihnya toilet di stasiun Gambir, Jakarta. Jika kita ingat, toilet tersebut pernah dipakai Menteri BUMN Dahlan Iskan untuk mandi saat akan melakukan rapat pimpinan, pada Selasa (24/7/2012) lalu.
"Hampir semua stasiun sudah diperbaiki toiletnya. Paling kurang gratis dan bersih. Tujuannya adalah meningkatkan pelayanan," ujar Jonan waktu itu.
Sebelumnya, Jonan pernah berani bertaruh untuk membandingkan kondisi Stasiun Kereta Gambir, Stasiun Senen di Jakarta Pusat dengan stasiun moda lainnya. Bahkan mantan direktur Citi Grup ini yakin kondisi stasiun Gambir lebih bagus dari Bandara Soekarno-Hatta.
Jonan pernah memperlihatkan kondisi toilet Stasiun Gambir yang terlihat bersih dan tertata apik, bahkan aroma yang tak sedap, yang lazim di toilet-tolet umum, tak tercium. Ia juga menjamin tak ada satu pun puntung rokok yang tercecer di kawasan Stasiun Gambir.
(zlf/hen)











































