RI Bidik Investasi dari Inggris US$ 6 Miliar di 2015

RI Bidik Investasi dari Inggris US$ 6 Miliar di 2015

Rachmadin Ismail - detikFinance
Selasa, 30 Okt 2012 10:41 WIB
RI Bidik Investasi dari Inggris US$ 6 Miliar di 2015
Jakarta -

Investasi Inggris di Indonesia masuk dua besar setelah Singapura. Kunjungan Presiden SBY ke Inggris hari ini, juga membawa misi menarik investasi Inggris dua kali lipat ke Indonesia.

"Sekarang sudah sampai US$ 3 miliar. Kita inginkan sampai 2015 itu double," kata Menko Perekonomian Hatta Rajasa di Halim Perdanakusumah, Selasa (30/10/2012)

Hatta menuturkan peningkatan investasi termasuk dari Inggris harus diimbangi dengan kemampuan suplai bahan baku dari dalam negeri. Pemerintah berkomitmen agar setiap investasi yang masuk termasuk sektor manufaktur bisa menggunakan bahan baku dalam negeri. Menurut Hatta peluang investasi Inggris di Indonesia sangat beragam termasuk sektor berteknologi tinggi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Banyak sekali, terutama energi dan manufaktur. Karena mereka hi-tech," katanya.

Dalam konferensi pers sebelum bertolak dari Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Selasa (30/10) pagi, Presiden mengatakan Indonesia dan Inggris fokus pengembangan kerjasama di lima bidang yang saling menguntungkan. Kelima bidang prioritas itu adalah perdagangan, investasi, pendidikan, lingkungan hidup, serta demokrasi dan kerjasama antar-agama.

"Yang pertama untuk acara bilateral dengan Inggris adalah rangkaian kegiatan kunjungan kenegaraan dan pertemuan saya dengan PM Inggris, Wakil PM Inggris dan pimpinan oposisi. Sebagaimana diketahui kerjasama strategis dengan Inggris terus berkembang dengan baik hampir US$ 3 miliar. Kuartal ketiga ini Inggris merupakan kedua terbesar setelah Singapura di bidang investasi. Tentu banyak lagi yang dilakukan untuk mengembangkan kerjasama ini," kata SBY.

(hen/dnl)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads