Hal ini diungkapkan oleh Ketua Badan Pusat Statistik Suryamin saat acara Sosialisasi Sensus Pertanian 2013, di Hotel Borobudur, Rabu (31/10/12).
"Insya Allah kita akan lakukan sensus ini tanggal 1-31 Mei 2013. Tujuannya untuk melihat posisi sektor pertanian ini seperti apa strukturnya, dan mendapat data statistik pertanian yang terkini," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Nantinya, lanjut Suryamin, sensus ini akan melibatkan sekitar 300 ribu surveyor yang tersebar di seluruh pelosok Indonesia.
"Cakupan wilayahnya, ini secara lengkap di seluruh wilayah Indonesia. Terutama rural itu lenkap, urban juga lengkap. Sasaran kita rumah tangga pertanian, rumah tangga petani dan perusahaan pertanian," paparnya.
Cakupan sektor yang disurvei pun tak hanya pertanian saja. Suryamin menambahkan, sektor perikanan, perkebunan, dan kehutanan pun akan dicakup dalam sensus pertanian 2013 ini.
"Sektor pertanian ini cukup luas, mencakup beberapa sub sektor, kehutanan, peternakan, perikanan, ini akan kita cakup semua," tambahnya.
Anggaran yang disiapkan BPS untuk melakukan sensus yang diselenggarakan 10 tahun sekali ini Rp 1,4 triliun.
"Kebanyakan untuk upah surveyor, per orang Rp 2 juta. Sisanya untuk sosialisasi, pelatihan, percetakan," imbuh Suryamin.
Sensus pertanian terakhir kali diselenggarakan di 2003 yang melibatkan sekitar 41.883.000 rumah tangga di 471 kabupaten/kota. Sedangkan di 2013, diperkirakan rumah tangga yang akan disurvei ialah 67.000.000 rumah tangga di 497 kabupaten/kota.
(zul/dnl)











































