Gelar Sensus Pertanian 2013, BPS Gelontorkan Rp 1,4 Triliun

Gelar Sensus Pertanian 2013, BPS Gelontorkan Rp 1,4 Triliun

- detikFinance
Rabu, 31 Okt 2012 12:33 WIB
Gelar Sensus Pertanian 2013, BPS Gelontorkan Rp 1,4 Triliun
Foto: Dok. detikFinance
Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) tahun depan akan melakukan Sensus Pertanian 2013. Tujuan sensus ini adalah untuk mengetahui data terkini sektor agrikultur di Indonesia.

Hal ini diungkapkan oleh Ketua Badan Pusat Statistik Suryamin saat acara Sosialisasi Sensus Pertanian 2013, di Hotel Borobudur, Rabu (31/10/12).

"Insya Allah kita akan lakukan sensus ini tanggal 1-31 Mei 2013. Tujuannya untuk melihat posisi sektor pertanian ini seperti apa strukturnya, dan mendapat data statistik pertanian yang terkini," katanya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tujuan lain adalah untuk mengetahui berapa jumlah rumah tangga dan perusahaan yang bergerak di bidang pertanian. Serta mengetahui luasan lahan dan data terkininya.

Nantinya, lanjut Suryamin, sensus ini akan melibatkan sekitar 300 ribu surveyor yang tersebar di seluruh pelosok Indonesia.

"Cakupan wilayahnya, ini secara lengkap di seluruh wilayah Indonesia. Terutama rural itu lenkap, urban juga lengkap. Sasaran kita rumah tangga pertanian, rumah tangga petani dan perusahaan pertanian," paparnya.

Cakupan sektor yang disurvei pun tak hanya pertanian saja. Suryamin menambahkan, sektor perikanan, perkebunan, dan kehutanan pun akan dicakup dalam sensus pertanian 2013 ini.

"Sektor pertanian ini cukup luas, mencakup beberapa sub sektor, kehutanan, peternakan, perikanan, ini akan kita cakup semua," tambahnya.

Anggaran yang disiapkan BPS untuk melakukan sensus yang diselenggarakan 10 tahun sekali ini Rp 1,4 triliun.

"Kebanyakan untuk upah surveyor, per orang Rp 2 juta. Sisanya untuk sosialisasi, pelatihan, percetakan," imbuh Suryamin.

Sensus pertanian terakhir kali diselenggarakan di 2003 yang melibatkan sekitar 41.883.000 rumah tangga di 471 kabupaten/kota. Sedangkan di 2013, diperkirakan rumah tangga yang akan disurvei ialah 67.000.000 rumah tangga di 497 kabupaten/kota.

(zul/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads