Pemerintah Andalkan Privatisasi Tutupi Defisit APBN 2004

Pemerintah Andalkan Privatisasi Tutupi Defisit APBN 2004

- detikFinance
Selasa, 14 Sep 2004 23:36 WIB
Jakarta - Pemerintah tetap mengandalkan penerimaan dari hasil privatisasi dan penjualan aset PPA untuk menutup defisit anggaran 2004. Pasalnya, sumber pembiayaan dari luar negeri sulit diharapkan.Demikian terungkap dalam penjelasan Menkeu Boediono saat raker dengn Panitia Anggaran DPR, Selasa (14/9/2004).Dalam kesempatan itu, Menkeu menjelaskan, perkiraan realisasi pendapatan dan hibah akan naik 14,6% dari target sebelumnya. Yakni dari Rp 349,9 triliun menjadi Rp 400,9 triliun. Adapun belanja negara mengalami kenaikan 14,1% dari Rp 374,3 triliun menjadi Rp 427,2 triliun.Dengan demikian defisit anggaran mencapai Rp 26,3 triliun atau 1,3% dari PDB. Dijelaskan Boediono, pemerintah juga memperkirakan hingga akhir 2004 ini rasio utang akan kembali turun dari target sebelumnya 60,1% menjadi 59,8% dari PDB.Boediono juga mengungkapkan sejumlah asumsi makro yang akan digunakan dalam APBN perubahan yakni ekonomi sebesar 4,8%, laju inflasi 7%, nilai tukar rupiah Rp 8.900 per dolar, harga minyak US$ 36 per barel, produksi minyak 1,072 juta barel per hari dan SBI 7,6%. (ton/)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads