"Kakak kita (senior pemerintah) tidak pernah beri kita pelajaran tentang ini. China kalau punya aset tidak pernah digadai dan dilepas," kata Agus saat membuka acara pelaporan barang milik negara di Gedung Dhanapala, Kompleks Kementerian Keuangan, Jakarta, Kamis (01/11/2012).
Salah satu alasan yang membuat Agus mengatakan ini, karena banyaknya aset negara yang tidak diurus hingga lepas dan ujungnya membuat negara menderita kerugian. Salah satunya, Agus mencontohkan, lahan di daerah Senayan yang sekarang menjadi kawasan real estate dan mal besar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain Senayan, Agus mengatakan dulu kita punya perkebunan karet tanpa sadar kita lepas di daerah Radio Dalam dan Serpong. Saat ini kedua wilayah tersebut telah berdiri kawasan real estate dan lapangan golf yang mempunyai nilai jual tinggi.
"Ada 1.500 ha di Jalan Radio Dalam dan sekarang manjadi lapangan golf dan real estate. Juga di Serpong 5.000 ha jadinya real estate, negara hanya mendapatkan pajak tetapi tidak mendapatkan pendapatan asli jelas negara rugi," cetusnya.
(wij/dnl)










































