Secara tahunan alias year on year inflasi Oktober 2012 mencapai 4,61%, sementara inflasi tahun berjalan alias year to date (Januari-Oktober 2012) mencapai 3,66%.
"Harga terkendali, mudah-mudahan berdampak positif terhadap daya beli," kata Kepala BPS, Suryamin dalam konferensi pers di kantornya, Jalan DR Sutomo, Jakarta, Kamis (1/11/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara inflasi terendah terjadi di Kediri sebesar 0,01%. Lalu deflasi tertinggi di Ambon 2,44% dan Pontianak sebesar 1,55%.
Dijelaskan Suryamin, inflasi komponen inti ini hampir menyamai inflasi umum. Komoditi yang bergerak menurut perkembangan umum sudah mulai bergerak agak tinggi. Ini hanya bisa dikendalikan BI.
"Menurut komponen pengeluaran, bahan makanan masih deflasi sebesar 0,43%. Transportasi, Komunikasi dan Jasa Keuangan juga deflasi 0,02%. November dan Desember tidak akan terjadi lonjakan inflasi yang ekstrim, akan terkontrol dan tetap harus diperhatikan pemerintah," tutup Suryamin.
(dru/dnl)











































