"Hal ini karena kenaikan harga emas internasional yang naik terus," ujar Kepala BPS Suryamin dalam jumpa pers di kantornya, Jalan Dr. Sutomo, Jakarta, Kamis (1/11/2012).
Kenaikan harga emas ini, lanjut Suryamin, terjadi di seluruh kota dengan kenaikan harga tertinggi di Jakarta dan Kupang sebesar 6 persen, serta Medan dan Bogor sebesar 5 persen.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk kontrak rumah, kenaikan harga terjadi di 18 kota dengan kenaikan harga tertinggi di Kota Mataram sebesar 7 persen dan Padang serta Purwekorto sebesar 4 persen. Sementara itu, kenaikan harga sewa rumah terjadi di 11 kota dengan kenaikan harga tertinggi terjadi di Tarakan sebesar 4 persen dan Jakarta sebesar 3 persen.
"Ini karena tingginya biaya perawatan rumah," ujarnya.
Kemudian, lanjut Suryamin, inflasi juga disebabkan oleh daging ayam ras dengan kenaikan harga rata-rata sebesar 1,14 persen. Hal ini karena terjadinya peningkatan kebutuhan dengan adanya Lebaran Idul Adha.
Cabe merah turut memedaskan inflasi bulan Oktober ini, dengan andil terhadap inflasi sebesar 0,02 persen dan kenaikan harga rata-rata sebesar 5,4 persen. Kenaikan harga terjadi di 45 kota dengan kenaikan tertinggi terjadi di Pontianak sebesar 155 persen dan Tasikmalaya sebesar 42 persen.
"Mie juga memberikan andil ke inflasi sebesar 0,02 persen dan kenaikan harga akibat kenaikan harga bahan baku sebesar 0,84 persen. Terjadi di 9 kota, kenaikan tertinggi di Bandung sebesar 10 persen, Tangerang dan Denpasar sebesar 6 persen," paparnya.
Sementara itu ada juga komoditas penekan inflasi atau mengalami deflasi pada bulan ini yaitu ikan segar dengan andil penekan inflasi sebesar 0,05 persen dan perubahan harga sebesar 1,07 persen.
"Ini karena supply yang banyak," ujarnya.
Minyak goreng juga mengalami penurunan harga sekitar 1,56 persen yang menyebabkan deflasi. Terjadi penurunan harga di 51 kota dengan penurunan harga terbesar di Semarang sebesar 9 persen, Sibolga sebesar 8 persen.
Angkutan udara mengalami deflasi sebesar 0,02 persen, dengan penurunan harga rata-rata sebesar 2,09 persen. Terjadi deflasi di 17 kota dengan penurunan harga tertinggi di Pangkal Pinang sebesar 44 persen dan Pontianak sebesar 31 persen.
"Kacang panjang mengalami deflasi sebesar 0,02 persen dengan penyesuaian harga 7,98 persen karena pasokannya cukup tinggi. Terjadi 32 kota, Ambon 43 persen dan Bima 35 persen," jelasnya.
Suryamin menambahkan bawang putih memiliki andil 0,02 persen dengan penurunan harga sebesar 5,04 persen. Terjadi deflasi di 53 kota. Tertinggi terjadi di Lhoksumawe sebesar 22 persen dan Pontianak sebesar 16 persen.
"Kemudian telur ayam ras dengan andil 0,02 persen, dengan penurunan harga sekitar 2,08 persen. Terjadi deflasi di 54 kota dan penurunan terbesar di Palopo 18 persen dan Gorontalo 11 persen," tandasnya.
(nia/dru)










































