Perusahaan Asal Indonesia Ini 'Menjajah' Emas Milik Malaysia

Perusahaan Asal Indonesia Ini 'Menjajah' Emas Milik Malaysia

Herdaru Purnomo - detikFinance
Senin, 05 Nov 2012 10:30 WIB
Perusahaan Asal Indonesia Ini Menjajah Emas Milik Malaysia
Petaling Jaya -

Tambang emas di belahan dunia memang menjadi incaran perusahaan-perusahaan raksasa. Tak ayal, di Indonesia sendiri perusahaan-perusahaan asing memegang peranan penting di beberapa tambang emas dalam negeri.

Sebut saja PT Freeport Indonesia dan beberapa perusahaan asing lain yang 'menguasai' emas Indonesia. Tapi tahukah anda perusahaan asal Indonesia juga 'menjajah' tambang emas negara tetangga seperti Malaysia.

Dalam laporan The Star, seperti dilansir Senin (5/11/2012), para penambang emas di Negeri Jiran tersebut ternyata juga didominasi asing.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Perusahaan penambang emas di Malaysia antara lain, Peninsula Gold Ltd yang merupakan perusahaan yang telah listing di London kemudian ada CNMC Goldmine Golding dan dua perusahaan asal Kanada yakni Monument Mining Ltd dan Olympus Pacific Minerals Inc juga 'menjajah' emas Malaysia.

Salah satu perusahaan lain yang berekspansi di Malaysia yakni PT Bukit Makmur Mandiri Utama.

Bukit Makmur Mandiri Utama 'menguasai' tambang yang terletak di Penjom, Malaysia. Awalnya, tambang di Penjom ini dikuasai oleh Norwegian Avocet Mining Plc sebelum diambil alih oleh Bukit Makmur Mandiri Utama.

The Star menyebutkan, Bukit Makmur Mandiri Utama merupakan kontraktor tambang terbesar kedua di Indonesia. Tambang di Penjom memproduksi 39,150 ounce emas dalam 9 bulan terakhir di 2010 lalu.

Dalam pemberitaan The Star, ternyata memang tak hanya di Indonesia saja yang dikuasai jajahan asing di sektor pertambangan namun Malaysia sendiri dikuasai 5 penambang 'asing' di negaranya.

Menelusuri Indonesia, kompleks tambang emas Grasberg milik PT Freeport Indonesia (PTFI) di Papua masih jadi yang terbesar di dunia sampai saat ini. Selain emas, tambang tersebut juga penghasil tembaga dan perak.

Tahun lalu tambang tersebut memproduksi 1,44 juta ounces emas atau mencapai sekitar 40,8 ton (1 ounce = 28,35 gram). Jika harga emas saat ini katakanlah Rp 500 ribu, maka dari emas saja bisa menghasilkan sekitar Rp 20 triliun.

(dru/dnl)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads