Duta Besar Jepang Untuk RI, Yoshinori Katori mengak pemerintah Jepang saat ini masih menunggu hasil kajian ulang pengembangan MRT oleh pemerintah propinsi DKI Jakarta.
"Proyek MRT juga masuk di dalamnya (Jakarta Metropolitan Area /MPA), tetapi project MRT saat ini sedang dikaji oleh Gubernur baru Jakarta, jadi kita menunggu hasil pembahasan di internal pemerintah DKI," tutur Yoshinori di Redtop Hotel Jalan Pecenongan Jakarta Pusat, Senin (5/11/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita sudah membuat program intensif di Jabodetabek kita sebut Jakarta Metropolitan Area (MPA) termasuk infrastruktur, lingkungan, air, sekitar 45 sampai 48 (proyek), pada Oktober, kita telah menyelenggarakan pertemuan dengan Pak Hatta di Jepang, untuk mematangkan perencanaan strategis Jabodetabek Metropolitan Proyek," tambahnya.
Seperti diketahui, saham PT Mass Rapid Transit (PT MRT Jakarta) Jakarta selaku pengembang proyek MRT dimiliki oleh Pemerintah Daerah Provinsi DKI Jakarta sebesar 99,5%. Sementara itu perusahaan pengelola pasar tradisional di Jakarta yaitu PD Pasar Jaya pun memiliki saham PT MRT Jakarta sebesar 0,5%.
PT MRT Jakarta bertanggung jawab terhadap seluruh kegiatan mulai dari tahap Engineering Service, Konstruksi hingga Operasi dan Pemeliharaan. Dalam tahap Engineering Service, PT MRT Jakarta bertanggung jawab terhadap proses prakualifikasi dan pelelangan kontraktor.
Dalam tahap konstruksi, PT MRT Jakarta mewakili Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menandatangani kontrak dengan kontraktor pelaksana konstruksi, dan konsultan yang membantu proses pelelangan kontraktor, serta konsultan manajemen dan operasional.
Sedangkan dalam tahap operasi dan pemeliharaan, PT MRT Jakarta bertanggung jawab terhadap pengoperasian dan perawatan termasuk memastikan agar tercapainya jumlah penumpang yang cukup untuk memberikan revenue yang layak bagi perusahaan.
(hen/dru)











































