Kepala BPS Suryamin menyebutkan salah satu alasan terjadinya kontraksi pertumbuhan untuk sektor pertambangan adalah belum adanya ekspansi sumur minyak baru di Indonesia. Hal ini karena adanya tumpang tindih lahan dan sulitnya perizinan pembukaan tambang baru.
"Untuk dapat izin ini harus nge-link juga ke Kemenhut, jadi berbelit-belit," ujar Kepala BPS Suryamin di kantornya, Jalan Dr. Sutomo, Jakarta, Senin (5/11/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sebab lain, peralatan-peralatan yang sudah tua dan penggalian tidak terlalu banyak," ujarnya.
Suryamin menambahkan tidak bergairahnya sektor ini karena masih melandanya krisis ekonomi yang berdampak pada permintaan asing.
"Permintaan luar pasti ada pengaruhnya dari krisis ini. Kecuali nanti pemerintah bisa menemukan pasar baru di luar, pasar non tradisional," pungkasnya.
Pertumbuhan Ekonomi Tak Sesuai Target
Pertumbuhan ekonomi tahun ini diperkirakan tidak akan mencapai target dalam asumsi APBN-P 2012 sebesar 6,5 persen. Pasalnya, perdagangan internasional masih menunjukkan perlambatan.
BPS menilai masih banyak faktor yang akan memengaruhi pertumbuhan ekonomi nasional pada tahun ini. Semua tergantung dengan langkah yang akan diambil pemerintah dalam menjaga volume ekspor impor.
"Apakah pemerintah bisa menemukan pasar baru untuk ekspor, dan menahan laju pertumbuhan impor maka masih bisa terjaga. Kita lihat lagi kalau tidak ada upaya-upaya yang giat dari pemerintah, maka bisa prediksi hasilnya seperti apa," ujar Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS Suharyanto.
Menurut Suharyanto, untuk kuartal IV tahun ini diperkirakan konsumsi masyarakat, investasi, dan belanja pemerintah akan tetap meningkat berdasarkan tren tahunan.
"Ya tapi memang tidak bagus kan ya menggantungkan pertumbuhan kita ini pada konsumsi masyarakat, tapi ya memang begitu keadaannya," ungkapnya.
Dengan demikian, lanjut Suharyanto, untuk saat ini, perkiraan pertumbuhan ekonomi hingga akhir tahun sekitar 6,2-6,3 persen.
"Kalau 6,2% - 6,3% itu mungkin tercapai, kalau 6,5% sulit. Tapi masih banyak faktor yang akan memengaruhinya," tandasnya.
(nia/dru)










































