PLN Tawarkan Pembayar TDL untuk Industri dalam Dolar AS

PLN Tawarkan Pembayar TDL untuk Industri dalam Dolar AS

- detikFinance
Rabu, 15 Sep 2004 15:26 WIB
Jakarta - PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) akan menawarkan pembayaran tarif dasar listrik (TDL) dalam bentuk dolar AS kepada pelanggan dari sektor industri. Langkah ini dinilai menguntungkan kedua belah pihak, baik PLN maupun pelanggan, karena dapat mengurangi forex exposure yang dapat menyebabkan keuangan perusahaan berfluktuasi.Demikian diungkapkan Direktur Utama PLN Eddie Widiono kepada wartawan di kantor pusat PLN, Jl. Trunojoyo, Jakarta Selatan, Rabu (15/9/2004)."Kita ingin menawarkan pembayaran TDL dalam bentuk mata uang dolar AS kepada sektor industri. Kalau cocok, ya silakan digunakan," ujar Eddie.Eddie menjelaskan, kebijakan ini akan sangat menguntungkan bagi kedua belah pihak. Untuk PLN, selama ini sudah sering menggunakan mata uang dolar AS dalam pembiayaan. Sementara bagi kelompok industri akan memperoleh pendapatan dalam bentuk dolar AS. "Jadi inikan match. Buat PLN yang costnya menggunakan dolar AS, tentu akan match kalau revenue-nya juga dalam bentuk dolar AS," jelas Eddie.Meski begitu, Eddie menegaskan, sampai saat ini rencana tersebut masih berupa penawaran. Eddie mengatakan, PLN tidak akan memaksakan hal tersebut kepada pihak industri. "Ini hanya penawaran, kalau mereka keberatan ya tidak apa-apa. Jika pihak industri benar-benar menolak, maka akan diterapkan tarif normal seperti yang telah diberlakukan saat ini," ungkap Eddie. (djo/)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads