"Terlalu dini jika kita mengatakan ini dan saya kira terlalu tinggi angka 6,8% itu," ungkap Deputi Bidang Ekonomi Bappenas Prasetijono Widjojo saat konferensi pers di Gedung Bappenas, Jakarta, Selasa (6/11/2012).
Di triwulan III-2012, pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 6,17%. Sedangkan secara komulatif dari triwulan I hingga III tahun ini adalah 6,29%. Padahal menurut outlook ekonomi Indonesia, target pertumbuhan ekonomi yang didapat hingga akhir 2012 adalah 6,3-6,5%.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sedangkan salah satu alasan yang menjadi halangan pertumbuhan ekonomi di 2013 mencapai 6,8% adalah kondisi ekonomi global yang belum pulih pasca krisis ekonomi.
Prasetijono menyatakan, International Monetery Found (IMF) memproyeksi China, Jepang, dan Amerika akan bangkit dari krisis walaupun pertumbuhan ekonominya tidak besar.
"Tetap steady (stabil) untuk 2013. Kalau melihat proyeksi IMF 2013 memang ada perbaikan. Contohnya China dari 7,8% menjadi 8,2% di tahun 2013. Jepang dan Amerika juga masih steady walaupun masih ada hambatan. Jadi ada momentum positif mudah-mudahan kita akan gapai itu," cetusnya.
(wij/dnl)











































