DKI Macet Parah, Kementerian PU: Jumlah Jalan Kurang

DKI Macet Parah, Kementerian PU: Jumlah Jalan Kurang

Zulfi Suhendra - detikFinance
Selasa, 06 Nov 2012 16:54 WIB
DKI Macet Parah, Kementerian PU: Jumlah Jalan Kurang
Foto: Dok. detikFinance
Jakarta - Kondisi jalan macet di DKI Jakarta saat ini makin parah. Banyak faktor yang menjadi penyebab kemacetan ini, salah satunya adalah jumlah jaringan jalan yang kurang sesuai dengan cakupan wilayah di DKI Jakarta.

Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Badan Pengatur Jalan Tol Kementerian Pekerjaan Umum (PU) Achmad Ghani Ghazali saat ditemui di Kantor Kementerian Pekerjaan Umum, Jakarta, Selasa (6/11/2012).

"Pak menteri pernah kasih pernyataan bahwa presentase jalan ini masih rendah terhadap cakupan wilayah," katanya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ghani merinci, dari presentase jaringan jalan yang ideal yaitu 12%, DKI Jakarta baru mencapai 6%. Artinya, masih perlu dibangun jalan-jalan baru sepanjang jalan yang telah ada sekarang.

"Kita masih 6%, idealnya 10-12%, backlog-nya (kekurangan) masih besar karena kita kejar ke sana," tuturnya.

Jaringan jalan ini menurut Ghani, bukan hanya mencakup jalan tol saja. "Ini adalah jalan nasional, jadi seluruh jalan, mau itu jalan nasional, provinsi, jalan kawasan, kita masih kurang," paparnya.

Pertambahan jumlah jalan sangat diperlukan, karena pertumbuhan dan volume kendaraan yang ada di perkotaan sekarang ini tidak sebanding dengan jaringan yang ada.

Ghani pun menuturkan, selain menambah jaringan jalan, cara untuk menekan kemacetan di DKI Jakarta diperlukan moda transportasi yang memadai.

"Kemacetan itu karena transportasi umum kurang, dari sisi jaringan jalan juga kurang. Pertumbuhan kendaraan dan panjang jalan tidak sebanding, jalan tol ini untuk menutupi kekurangan jalan,” pungkasnya.

Untuk diketahui, total panjang jalan di DKI Jakarta sampai saat ini baru mencapai 7.208 km. Berdasarkan perhitungan Kementerian PU, dengan populasi hampir 12 juta jiwa, ibukota membutuhkan jalan sepanjang 12.000 km.

(zlf/dnl)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads