Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Badan Pengatur Jalan Tol Kementerian Pekerjaan Umum (PU) Achmad Ghani Ghazali saat ditemui di Kantor Kementerian Pekerjaan Umum, Jakarta, Selasa (6/11/2012).
"Pak menteri pernah kasih pernyataan bahwa presentase jalan ini masih rendah terhadap cakupan wilayah," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita masih 6%, idealnya 10-12%, backlog-nya (kekurangan) masih besar karena kita kejar ke sana," tuturnya.
Jaringan jalan ini menurut Ghani, bukan hanya mencakup jalan tol saja. "Ini adalah jalan nasional, jadi seluruh jalan, mau itu jalan nasional, provinsi, jalan kawasan, kita masih kurang," paparnya.
Pertambahan jumlah jalan sangat diperlukan, karena pertumbuhan dan volume kendaraan yang ada di perkotaan sekarang ini tidak sebanding dengan jaringan yang ada.
Ghani pun menuturkan, selain menambah jaringan jalan, cara untuk menekan kemacetan di DKI Jakarta diperlukan moda transportasi yang memadai.
"Kemacetan itu karena transportasi umum kurang, dari sisi jaringan jalan juga kurang. Pertumbuhan kendaraan dan panjang jalan tidak sebanding, jalan tol ini untuk menutupi kekurangan jalan,” pungkasnya.
Untuk diketahui, total panjang jalan di DKI Jakarta sampai saat ini baru mencapai 7.208 km. Berdasarkan perhitungan Kementerian PU, dengan populasi hampir 12 juta jiwa, ibukota membutuhkan jalan sepanjang 12.000 km.
(zlf/dnl)










































