Kepala BPJT Achmad Ghani Ghazali mengatakan, proyek ini akan jalan terus walaupun sempat tertunda 6 bulan dari jadwal seharusnya.
"2013 harus start, karena ada delay 6 bulan, tapi semua jalan terus," katanya saat ditemui di Kantor Kementerian Pekerjaan Umum, Selasa (6/11/12).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Penetapan tanggal 26 September kemarin sudah oleh Pak Menteri. Ada syaratnya lagi kita kasih waktu tiga bulan si investor ini harus membuat perusahaan jalan tol ke Kementerian Hukum dan Ham," kata Singgih.
Setelah itu, Singgih melanjutkan, paling lambat 4 bulan setelah ditandatangani surat penetapan oleh Menteri Pekerjaan Umum atau tepatnya tanggal 26 Januari 2013, harus ditandatangani juga Perjanjian Pengusahaan Jalan Tol (PPJT).
"Jadi, 26 Desember harus ada perusahaannya. Dia ada persyaratan atau apa yang harus diikuti. Pada 26 Januari 2013 tandatangan PPJT,” lanjutnya.
Dengan demikian, proses pembebasan lahan dan konstruksi hampir dapat dipastikan akan dilakukan pada tahun 2013 nanti, sesuai jadwal yang telah ditetapkan.
Keenam ruas tol ini akan dibangun dalam 3 tahap, tahap pertama yang mencakup ruas Semanan-Sunter dan Sunter-Pulo Gebang ditargetkan akan mulai dibangun pada pertengahan 2013 dan beroperasi 2016.
Tahap Kedua yakni Duri Pulo-Kampung Melayu dan Kemayoran-Kampung Melayu akan mulai dibangun pada tahun 2016 hingga 2018. Sedangkan untuk tahap ketiga yaitu Tanah Abang-Ulujami dan Pasar Minggu Casablanca akan dibangun pada tahun 2018 sampai 2021.
Konsorsium Jakarta Tollroad Development (JTD) merupakan gabungan dari PT Jakarta Propertindo, Pembangunan Jaya Group, PT Hutama Karya, PT Pembangunan Perumahan Tbk (PTPP), PT Wijaya Karya Tbk (WIKA), PT Adhi Karya Tbk (ADHI), dan PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk (CMNP).
(zlf/hen)










































