Pemprov DKI Sebut Warga Asing Hidup di DKI 'Tertular' Tidak Tertib

Pemprov DKI Sebut Warga Asing Hidup di DKI 'Tertular' Tidak Tertib

Zulfi Suhendra - detikFinance
Rabu, 07 Nov 2012 13:53 WIB
Pemprov DKI Sebut Warga Asing Hidup di DKI Tertular Tidak Tertib
Jakarta - Kondisi jalanan macet, panas, berpolusi dan semrawut tak asing lagi bagi jalanan DKI Jakarta setiap hari. Salah satu penyebabnya adalah kurangnya kesadaran dari warga Jakarta untuk menjaga ketertiban berkendara ataupun tertib menjaga lingkungan.

Kepala Bidang Tata Ruang Perencanaan Ruang Kota Dinas Tata Ruang Pemprov DKI Jakarta, Izhar Chaidir mengungkapkan, ternyata tak hanya warga Jakarta sendiri yang tidak tertib. Tetapi juga para warga negara asing yang hidup di Jakarta menjadi ikut-ikutan tidak tertib.

"Orang di luar negeri hidup di negara asalnya di sana tertib, pas kesini jadi tak tertib juga. Anginnya udaranya disini mempengaruhi," ungkap Izhar kepada detikFinance saat ditemui usai acara Curah Gagasan Green Metropolis Jakarta 2050, di Kantor Kementerian PU, Rabu (7/11/12).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dia mengatakan, semua ini dipengaruhi oleh atmosfir dan kondisi di lalu lintas di Jakarta ini sudah kurang baik. Diperlukan adanya kesadaran dari setiap individu untuk lebih disiplin mengikuti sebuah kebijakan pemerintah.

"Mindsetnya ini perlu dirubah. Kalau kiita harus sama-sama disiplin untuk menjadikan Jakarta ini lebih maju, lebih baru dan lebih disiplin," lanjutnya.

Menanggapi isu lalu lintas Jakarta, Izhar berkomentar, selain sedang mematangkan rencana pembangunan moda transportasi massal seperti MRT dan monorel, pemerintah daerah pun tengah mengkaji konsep sistem lalu lintas di DKI Jakarta, salah satunya dengan pelarangan mobil berkendara di hari-hari tertentu, ataupun pembatasan kendaraaan di jalan berdasarkan plat nomor kendaraannya.

"Konsep sepeti itu sedang dikaji, penerapannya perlu waktu. macam-macam konsep itu sedang kita kaji, tinggal pelaksanaan aja. Penolakan masyarakat itu pasti banyak, ini tergantung kebijakan pimpinan bagaimana kita mengajak mayarakat ini untuk kepentingan kita bersama," pungkasnya.

(zlf/dru)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads