Proyek kereta Bandara atau jaringan kereta Cummuter Line Manggarai-Soekarno-Hatta, Banten menjadi pembahasan Gubernur DKI Jakarta Jokowi dengan Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah.
Proyek kereta yang digarap oleh PT Kereta Api Indonesia (KAI) itu akan sangat membantu transportasi penduduk dua wilayah yang bertetangga tersebut.
"Mengenai jalur kereta api ke Cengkareng ini sangat membantu sekali warga DKI yang menuju ke cengkareng, agar ibu gubernur bisa membantu ini. Target kami 2013 bisa selesai, sehingga dari Manggarai dan Dukuh Atas bisa langsung ke bandara," kata Jokowi di kantor Gubernur Banten Jl Brigadir Jenderal Kyai Haji Syam'un, Serang, Rabu (7/11/2012)
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Soal Cengkareng drain yang sebentar lagi kita mulai, walau ini tanggung jawab kemen PU tapi sebagian merupakan tanggung jawab kami dan kami memohon bantuannya agar Cengakreng drain bisa dilanjutkan," katanya.
Selain Cengkareng drain, ada juga pembangunan waduk yang akan menjadi sumber air baku bagi kedua wilayah. Selain itu jalan-jalan di perbatasan kedua wilayah akan ditingkatkan kerjasamanya.
Terkait kereta bandara, jaringan kereta yang dimaksud Jokowi merupakan Selain kereta bandara Commuter Line dari Manggarai-Tanah Abang-Tangerang (Tanah Tinggi)-Bandara.
Selain itu ada juga kereta ekspres bandara ini pelaksanaannya dilakukan pemerintah pusat melalui PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero). Dalam mengembangkan proyek kereta ekspres ini, pemerintah mengajak investor baik dari dalam dan atau luar negeri.
Investasi kereta bandara ini menghabiskan dana US$ 2 miliar dengan panjang jalur mencapai 30 km-33 km. Hasil pra feasebility study telah disampaikan SMI selaku fasilitator yang membantu menyiapkan tahap-tahap dari awal perencanaan sampai tahap mengajak investor.
Pra-FS menghasilkan lima opsi rute yang kemudian dipilih oleh Kementerian Perhubungan. Berdasarkan jadwal proyek akan memulai tender di 2013 dengan harapan bisa beroperasi satu tahun setelahnya. (hen/dnl)










































