Proyek Dianggap Kemahalan, Ini Penjelasan Bos MRT Jakarta

Proyek Dianggap Kemahalan, Ini Penjelasan Bos MRT Jakarta

Feby Dwi Sutianto - detikFinance
Kamis, 08 Nov 2012 17:52 WIB
Proyek Dianggap Kemahalan, Ini Penjelasan Bos MRT Jakarta
Jakarta -

Total nilai proyek proyek MRT Jakarta tahap I sekitar 144 miliar yen untuk jalur Lebak Bulus-Dukuh Atas atau kurang lebih Rp 15 triliun. Proyek ini dianggap kemahalan oleh Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) untuk ukuran rute MRT yang hanya sepanjang 15,7 Km.

"Data yang disampaikan oleh pengamat berasal dari data capital cost/km yang dituliskan dalam jurnal yang diterbitkan pada 2008 di Eropa yang ditulis oleh Bent Flyvbjerg dkk, dimana capital cost/km tersebut sudah dieskalasi ke 2002 berdasarkan US construction cost index," kata Direktur Utama PT MRT Jakarta Tribudi Rahardjo dalam keterangan tertulisnya, Kamis (8/11/2012)

Tribudi mencontohkan data MRT Singapore yang tahun operasinya 1990, semula capital cost/km nya adalah US$ 37,3 juta, namun setelah dilakukan penyesuaian menggunakan US construction cost index, cost tersebut menjadi US$ 54,5 juta /km di 2002 atau terjadi 10 tahun lalu.

"Untuk membandingkan dengan proyek MRT Jakarta, perlu dilakukan penyesuaian harga ke 2012. Ada beberapa data tambahan yang juga dapat digunakan sebagai acuan, dimana tahun operasinya sekitar 5 thn lalu dan yang saat ini masih dalam masa pembangunan seperti Shanghai Metro dan Bangalore Metro india," katanya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurutnya dengan membandingkan dengan proyek yang sama dengan rentang yang tak terlalu jauh maka perbandingannya "apple to apple". Hal itu, lanjut Tribudi, tentunya juga sudah mempertimbangkan spesifikasi/kondisi teknis, tahun pembangunan, eskalasi harga dan terutama segragasi strukturnya seperti komposisi struktur bawah tanah, layang dan at ground level.

"Data yang disampaikan oleh pengamat, yang menyatakan bahwa capital cost/km proyek MRT Jakarta adalah Rp 1 triliun/km, didasarkan pada informasi "plafon pinjaman" (perkiraan biaya proyek) yang telah disepakati oleh Pemerintah indonesia (Kementerian Perhubungan, Bappenas dan Pemprov DKI) dengan pemberi pinjaman (JICA), yang tertuang dalam Minutes of Discussion (MoD)," katanya.

Deputi Sarana dan Prasarana Bappenas Dedy Priatna sebelumnya menyatakan, Gubernur DKI Jakarta Jokowi ingin memastikan nilai proyek pembangunan terowongan MRT agar tidak kemahalan.

"Jadi pihak Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) pernah memberi masukkan, proyek MRT DKI Jakarta ini dua atau tiga kali lebih mahal ketimbang proyek MRT di Singapura. Namun ternyata, proyek MRT di Singapura itu dikerjakan tahun 1994 lalu," kata Dedy.

Seperti diketahui MRT Jakarta yang berbasis rel rencananya akan membentang kurang lebih Β± 110,8 Km, meliputi dua koridor utama, yaitu koridor selatan-utara yang jadi prioritas. Sementara itu koridor timur-barat masih tahap kajian, dari timur Bekasi-Balaraja.

Untuk koridor Selatan-Utara (Koridor Lebak Bulus-Kampung Bandan) sepanjang kurang lebih Β± 23, 8 km. Koridor Lebak Bulus-Kampung Bandan dilakukan dalam 2 tahap:

Tahap I yang akan dibangun terlebih dahulu menghubungkan Lebak Bulus sampai dengan Bundaran HI (Dukuh Atas) sepanjang 15,7 km dengan 13 stasiun, antaralain sebanyak 7 stasiun layang dan 6 stasiun bawah tanah ditargetkan mulai beroperasi pada akhir 2016.

(hen/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads