Demikian disampaikan Marzuki saat ditemui usai Rapat Institut Akuntan Manajemen Indonesia di Hotel Borobudur, Jakarta, Jumat (9/11/2012).
"Ya ini yang tidak baik, demo itu diperkenankan sebagai suatu negara demokrasi dan tidak ada larangan demo, tapi jangan maksa orang untuk demo, masuk ke pabrik-pabrik terus bongkar bongkar pagar orang, ngajak orang demo, itu yang tidak boleh," tegasnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Itu tindak pidana, dan itu bahaya bagi investasi, yang rugi nanti juga buruh," ungkapnya.
Untuk itu, lanjut Marzuki, polisi harus bertindak mencari oknum-oknum yang menjadi provokator terjadinya demo-demo anarkis tersebut.
"Ini ada oknum yang manfaatkan buruh, ini harus dicari, tugas polisi harus cari oknum itu, dipaksa demo, ya polisi donk cari oknumnya siapa," tandasnya.
(nia/dru)











































