Ketua Asosiasi Tol Indonesia Fatchurahman mengatakan, proses pembebasan lahan yang tersendat menyebabkan investor tak bergairah ntuk berbisnis jalan tol. Fatchur mengatakan, dalam hal ini peran pemerintah sangat penting.
"Itu tergantung dari sepak terjang pemerintah. Dengan UU atau perpres pengadaan tanah yang baru nyatanya juga sama aja (dengan yang dulu). Akhirnya banyak investor yang meragukan keseriusan pemerintah," ungkap Fatchur saat dihubungi detikFinance, Selasa (13/11/12).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sekarang banyak juga yang merugi. Merugi itu kacamata individual. Si investor bilang saya kira untungnya bakal sekian, tapi nyatanya tidak. Dia jadi merugi," lanjutnya.
"Setiap pengusaha itu ada evaluasinya," imbuhnya.
Dia menambahkan, bisnis tol bisa menjadi hal yang mudah jika para investor bisa melakukan perawatan terhadap tol yang dioperasikannya.
"Gampang sebetulnya kalau sudah beroperasi. Tinggal perawatan saja, harus memenuhi SPM (standar pelayanan minimum) biar bisa naik tarif. Kalau tol jelek orang juga malas lewatnya," pungkas Fatchur.
(zul/ang)











































