Demikian yang diungkapkan oleh Direktur Utama PII Sinthya Roesli saat ditemui usai acara MoU antara PT PII (Persero) dengan The OPIC mengenai Kerjasama untuk Mendukung Proyek Infrastruktur di Indonesian di Hotel Shangri La, Jakarta, Selasa (13/11/12).
"Jadi PII ini kan mandatnya kita memberi penjaminan kepada proyek infrastruktur atas risiko politik terutama yang dikeluarkan oleh government action. Dan kita dimandatkan untuk bekerjasama dengan institusi sejenis," ungkap Sinthya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, Wakil Menteri Perdagangan Untuk Urusan Perdagangan Internasional Departemen Perdagangan AS Badan Perdagangan Internasional, Fransisco J SΓ‘nchez mengungkapkan, pemerintah AS siap mendukung sepenuhnya atas proyek infrastruktur di Indonesia.
Menurutnya, Indonesia betul-betul membutuhkan proyek infrastruktur yang memadai untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi. "Indonesia adalah satu hal yang paling penting. Dan jelas, Indonesia membutuhkan infrastruktur untuk pertumbuhan ekonomi," katanya.
SΓ‘nchez juga berkomitmen, dengan kerjasama ini, kedua belah pihak akan mengatasi tantangan dan hambatan dan risiko yang dihadapi dalam percepatan proyek infrastruktur ini.
"Kita akan bekerjasama untuk mengatasi hambatan-hambatan itu, saya percaya hubungan AS-Indonesia akan semakin baik dengan kerjasama ini," katanya.
Sebanyak 8 perusahaan yang akan membangun proyek infrastrukturnya di Indonesia ialah: Black and Veatch, Cisco Systems, General Electric, Honeywell, Oshkosh Corporation, Shaw, Westinghouse Electric Company, WorleyParsons.
(zlf/hen)











































