Kementerian Pekerjaan Umum dan Pemprov DKI Jakarta berniat membangun proyek 6 ruas jalan tol dalam kota. Walaupun belum mulai pada tahap konstruksi, namun tarif untuk tol ini sudah ditetapkan.
Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Achmad Gani Ghazali mengatakan, jika telah beroperasi, tarif ruas tol ini akan dipatok Rp 30.000 untuk golongan I mobil pribadi.
"Tarifnya Rp 30.000 sekali masuk, silakan keliling-keliling 6 ruas itu," tutur Gani saat ditemui di kantornya, Jakarta, Selasa (13/11/12).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Naik tarif tol itu 2 tahun sekali, dihitung berdasarkan inflasi dan standar pelayanan minimum," katanya.
Keenam ruas tol ini akan dibangun melayang atau elevated dan akan dibangun dalam 3 tahap. Tahap pertama mencakup ruas Semanan-Sunter dan Sunter-Pulo Gebang yang ditargetkan akan mulai dibangun pada pertengahan 2013 dan beroperasi di 2016.
Tahap kedua yakni Duri Pulo-Kampung Melayu dan Kemayoran-Kampung Melayu yang akan mulai dibangun di 2016 hingga 2018. Sedangkan untuk tahap ketiga yaitu Tanah Abang-Ulujami dan Pasar Minggu-Casablanca akan dibangun di 2018 hingga 2020.
Kontraktor tol ini adalah konsorsium Jakarta Tollroad Development (JTD) yang merupakan gabungan dari PT Jakarta Propertindo, Pembangunan Jaya Group, PT Hutama Karya, PT Pembangunan Perumahan Tbk (PTPP), PT Wijaya Karya Tbk (WIKA), PT Adhi Karya Tbk (ADHI), dan PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk (CMNP).
Diperkirakan total investasi yang dikeluarkan untuk pembangunan proyek ini terbilang cukup mahal, yaitu Rp 41,5 triliun, sedangkan untuk biaya pembebasan lahan diperkirakan mencapai Rp 5 triliun.
(zlf/dnl)










































