6 Ruas Tol Dalam Kota Jakarta akan Dilengkapi Eskalator di Halte TransJakarta

6 Ruas Tol Dalam Kota Jakarta akan Dilengkapi Eskalator di Halte TransJakarta

Zulfi Suhendra - detikFinance
Selasa, 13 Nov 2012 17:57 WIB
6 Ruas Tol Dalam Kota Jakarta akan Dilengkapi Eskalator di Halte TransJakarta
Jakarta - Rencananya halte bus untuk TransJakarta yang berada di rencana proyek 6 ruas jalan tol dalam kota Jakarta akan dilengkapi eskalator atau tangga berjalan. Seperti diketahui proyek 6 tol dalam kota akan mulai dibangun tahun depan secara bertahap.

Kepala Badan Pengaur Jalan tol Kementerian Pekerjaan umum, Achmad Gani Ghazali mengungkapkan, rencana ini dimaksudkan untuk memudahkan para pengguna moda transportasi ini. Pasalnya, halte bus yang berada di ruas tol melayang ini akan terintegrasi dengan halte yang ada di bawah-nya.

"Rencananya akan ada eskalator. Karena itu kan 10 meter tingginya, kasihan pengguna kalau harus pakai tangga, ngos-ngosan," kata Ghani saat ditemui di kantornya, Jakarta, Selasa (13/11/12).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebanyak 6 ruas tol dalam kota Jakarta ini akan dibuat melayang dan dapat dilalui moda transportasi umum yaitu bus TransJakarta. Tol ini memiliki 3 lajur, 1 lajur akan khusus untuk moda transportasi TransJakarta.

Namun, Ghani mengatakan ini masih dalam tahap pengkajian PT Jakarta Toll Development (JTD) sebagai pemegang konsesi proyek tol senilai Rp 41,5 triliun tersebut. “Tapi ini masih rencana, bisa jadi bisa nggak,” ungkapnya.

Selain itu, dalam ruas tol sepanjang 70 km ini pun akan dibangun semacam jalan khusus menuju halte, layaknya sebuah di sebuah sirkuit balapan. “Nanti dibuat juga bus way, agar tidak mengganggu pengguna jalan lain,” tuturnya.

Seperti diketahui, 6 ruas tol ini seluruhnya akan dilalui oleh bus TransJakarta. Keenam ruas tol ini akan dibangun melayang atau elevated dan akan dibangun dalam 3 tahap. Tahap pertama mencakup ruas Semanan-Sunter dan Sunter-Pulo Gebang yang ditargetkan akan mulai dibangun pada pertengahan 2013 dan beroperasi di 2016.

Tahap kedua yakni Duri Pulo-Kampung Melayu dan Kemayoran-Kampung Melayu yang akan mulai dibangun di 2016 hingga 2018. Sedangkan untuk tahap ketiga yaitu Tanah Abang-Ulujami dan Pasar Minggu-Casablanca akan dibangun di 2018 hingga 2020.

Kontraktor tol ini adalah konsorsium Jakarta Tollroad Development (JTD) yang merupakan gabungan dari PT Jakarta Propertindo, Pembangunan Jaya Group, PT Hutama Karya, PT Pembangunan Perumahan Tbk (PTPP), PT Wijaya Karya Tbk (WIKA), PT Adhi Karya Tbk (ADHI), dan PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk (CMNP).

Diperkirakan total investasi yang dikeluarkan untuk pembangunan proyek ini terbilang cukup mahal, yaitu Rp 41,5 triliun, sedangkan untuk biaya pembebasan lahan diperkirakan mencapai Rp 5 triliun.

(zlf/hen)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads