Menurut mantan Walikota Solo ini, kondisi Jakarta sudah sangat membutuhkan pembenahan transportasi massal, bukan pembangunan jalan baru yang memicu pertambahan jumlah kendaraan.
"Kalau saya pro terhadap transportasi massal itu 100 persen iya," tegas Jokowi saat ditemui usai melakukan pertemuan dengan Menteri PU, dan Menteri Perumahan Rakyat, di Kantor Kementerian PU, Jakarta Selatan, Rabu (14/11/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pemprov DKI saat ini menyatakan berkomitmen membangun moda transportasi seperti melanjutkan proyek bus layang atau bus rapid transit (BRT). Pemprov DKI juga menargetkan mempunyai 3 jalur monorel dalam 3 tahun ke depan. Rencananya pihak PT Adhi Karya Tbk akan melanjutkan proyek monorel yang terbengkalai.
Jokowi berencana meremajakan angkutan umum Kopaja dan Metromini juga armada TransJakarta. Total anggaran yang dibutuhkan mencapai Rp 1,7 triliun mencakup 1.000 kopaja dan 600 TransJakarta.
Dengan ditambahnya moda transportasi ini, Jokowi mengatakan sebesar Rp 1,7 triliun investasi harus disiapkan. "Kopaja 1000 unit, 1000 x Rp 500 juta = jadi Rp 500 miliar kira kira ya itu,. Selanjutnya busway Rp 2 miliar x 600, total Rp 1,7 triliun, gede loh itu," katanya.
(zlf/dnl)











































