Indonesia Banyak OKB, IKEA Ritel Asal Swedia Siap Buka Gerai

Indonesia Banyak OKB, IKEA Ritel Asal Swedia Siap Buka Gerai

Luhur Hertanto - detikFinance
Rabu, 14 Nov 2012 13:21 WIB
Indonesia Banyak OKB, IKEA Ritel Asal Swedia Siap Buka Gerai
Jakarta - Bertambahnya kelas menengah di Indonesia menarik kalangan pengusaha Swedia untuk menanamkan investasinya khususnya di sektor ritel. Hingga tahun 2030 jumlah kelas menengah alias orang kaya baru (OKB) di Indonesia bakal mencapai 138 juta orang.

"Ada banyak peluang bagi pebisnis kami di negara yang pertumbuhan ekonominya pesat ini," kata PM Kerajaan Swedia, Fredrik Reinfeldt di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (14/11/2012).

"Di antaranya adalah IKEA (ritel furnitur) yang segera membuka pewakilannya di sini dan beberapa lagi bisnis retail lainnya," sambungnya dalam sesi keterangan pers usai pertemuan dengan Presiden SBY.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bertambahnya warga yang masuk kelas ekonomi menengah, tidak hanya menarik bagi bisnis retail dan barang konsumsi. Pengusaha bidang konstruksi dan infrastruktur Swedia juga melihat masih banyak peluang yang dapat mereka garap.

"Kami merasakan keinginan kelas ekonomi menengah membeli mobil, sehingga terjadi kemacetan," ujar PM Reinfeldt.

"Maka terpikir kebutuhan adanya transportasi publik, menajemen lalu lintas dan infrastruktur jalan raya. Ini masalah yang sama di seluruh dunia," sambungnya.

Bidang lain yang juga ingin Swedia kembangkan, adalah di pertanian, lingkungan hidup, pendidikan dan kesehatan. Investasi di bidang itu sudah dijalin dan pada tahun ke depan akan terus ditingkatkan.

"Pengusaha kami bersemangat menggandeng mitra lokal, seperti Astra dan terus mencari mitra baru," papar pria jangkung ini.

Sementara itu Presiden SBY, mengatakan soal peningkatan kerjasama di bidang pendidikan, lingkungan hidup dan kesehatan, mendapat penekanan. Bentuknya seperti pengiriman lebih banyak dosen belajar di Swedia, membuat link antar perguruan tinggi negeri, mengelola kota dan bandara yang ramah lingkungan.

"Seluruh kerjasama ini manfaatnya bukan buat pemerintah, tapi buat rakyat. Adanya investasi Swedia tentu membukan lapangan kerja baru, dan itu penting bagi rakyat," jelas SBY.

(lh/hen)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads