Cak Imin: Tinggalkan Stigma Buruh Murah

Cak Imin: Tinggalkan Stigma Buruh Murah

- detikFinance
Jumat, 16 Nov 2012 16:00 WIB
Cak Imin: Tinggalkan Stigma Buruh Murah
Jakarta - Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Menakertrans) Muhaimin Iskandar menilai perlunya peningkatan keterampilan para buruh pada era pasar bebas saat ini. Dengan demikian, stigma buruh murah pun dapat perlahan-lahan ditinggalkan.

Hal ini disampaikan Muhaimin di hadapan para pimpinan serikat pekerja saat bersama-sama mengunjungi arena pelaksanaan Asean Skill Competition (ASC), di JHCC Jakarta yang dikutip detikFinance melalui siaran persnya, Jumat (16/11/2012).

"Kita tak bisa berpaling lagi. Selain karena persaingan ekonomi dunia
yang semakin menuntut keterampilan tinggi, kita juga ingin meninggalkan stigma buruh murah di Indonesia. Kita ubah paradigma, keunggulan perekonomian Indonesia bukan karena buruh murah tapi
keterampilan kerja yang tinggi," ujar lelaki yang kerap disapa Cak Imin ini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Muhaimin, investasi di Indonesia bukan didorong karena upah yang murah tapi karena sumberdaya manusia yang terampil dan mumpuni.

"Memasuki pasar bebas ASEAN yang tidak lama lagi, saya minta kerja sama serikat pekerja untuk mendidik dan melatih para
pekerja dengan keterampilan tinggi. Pemerintah akan mendorong langkah-langkah nyata ini menjadi gerakan yang besar," ujar Ketua Umum PKB ini.

Pada kesempatan itu, Muhaimin menyampaikan agar Serikat Pekerja bukan hanya memiliki tugas memperjuangkan hak-hak pekerja tapi juga harus meningkatkan kualitas keterampilan para
pekerja.

"Saya harapkan KSPSI, KSBDI, KSBSI, KSPI, Sarbumusi, FSP NIBA, SPN,
FSP Garteks yang hadir disini dan serikat buruh lainnya tidak hanya
menjadikan hak-hak normatif itu agenda perjuangan. Peningkatan
kualitas dan keterampilan pekerja justru bisa menjadi modal perjuangan
yang lebih penting karena industri sangat membutuhkannya," pungkasnya.


(nia/dru)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads