Beberapa warga transmigran menceritakan, listrik di Kampung Transmigrasi Kumai Seberang hanya menyala selama 4,5 jam mulai pukul 17:30 hingga 23:00. Selain itu, mereka diharuskan membayar iuran listrik sebesar Rp 120 ribu per bulan bagi yang memiliki televisi dan Rp 60 ribu per bulan bagi yang tidak memiliki televisi. Sebagai informasi, listrik di Kampung Transmigrasi Kumai dihasilkan oleh dua mesin diesel dengan daya 10.000 watt.
Atas kritikan tersebut, Muhaimin berjanji akan membuat 9 Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) untuk mengalirkan listrik 24 jam. "Saya komitmen untuk melakukan pembangunan 9 PLTS di tempat ini," begitu ungkapan pria yang akrap disapa Cak Imin, Minggu (18/11/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Listrik harus tersedia dan kita harus siapkan listrik 24 jam. Kita berpikir matahari adalah sumber yang tepat untuk listrik. Ini menjadi perhatian saya. Kita akan cari jalan secepat-cepatnya. Sarana dan prasarana saya juga akan bantu. Ini cara kita untuk mempercepat perkembangan kawasan transmigrasi," tandasnya.
Seperti diketahui Cak Imim melakukan kunjungan dua hari di Kampung Transmigrasi Kumai dengan maksud melakukan cek dan ricek program efektivitas transmigrasi.
Program Transmigrasi Kumai adalah program berbasis binaan yang dilakukan Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi dimulai sejak 2008 hingga 2010. Saat ini tercatat sebanyak 275 Kepala Keluarga (KK) atau 1.086 jiwa dengan mayoritas orang Jawa mendiami wilayah ini.
Sistem yang dilakukan Re-Focusing, yaitu dengan pola tanaman pangan seperti kelapa sawit. "Program Re-Focusing untuk pemberdayaan masyarakat dengan melakukan pembinaan dengan jangka yang terbatas," kata Kepala Humas Kemenakertrans Suhartono saat ditemui detikFinance di Pelabuhan Serimbang Kumai Kalimantan Tengah.
Seiring dengan berjalannya sistem ini, Kemenakertrans juga meningkatkan sarana dan prasarana seperti transportasi, penerangan agar peningkatan perekonomian dapat berkembang lebih cepat.
"Dananya dari alokasi APBN. Ke depan akan dibuat model Kota Terbaru Mandiri (KTM) yang bertujuan menciptakan sentra agribisnis dan agrowisata dengan menarik investasi, sehingga perkembangan ekonomi berkembang pesat," tandasnya.
(wep/wep)











































