Ketua Komite Daging Sapi DKI Jakarta, Sarman Simanjorang mengungkapkan, pemerintah terlalu memaksakan program ini. Ia meyakini, program ini tak mungkin tercapai.
"Saya melihat program ini terlalu dipaksakan. Kementan (Kementerian Pertanian) ada beberapa sektor untuk swasembada. Beras, gula, kedelai, dan sapi. Tidak berhasil," ungkap Sarman kepada detikFinance, Senin (19/11/12).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kedelai saja nggak bisa, apalagi daging sapi. Kedelai, beras, itu bisa 4 bulan sudah panen. Kalau sapi harus nunggu 5 tahun. Masa dari kecil kita harus suntik biar langsung besar," tegas Sarman.
Ia menegaskan, pemerintah harus membuktikan ada ketersediaan daging sapi dalam negeri. Karena pada saat ini, menurut Sarman, janji itu belum dapat dibuktikan.
"Pemerintah bijak lah, jangan hanya di atas kertas, kalau di atas kertas siapapun bisa. Katanya lumbung nasional di Jawa Timur 4,8 juta ekor. Jatim juga kekurangan sapi, bahkan gubernurnya memerintahkan untuk tidak mengeluarkan daging itu," pungkasnya.
(zlf/hen)











































