Asosiasi Pedagang Mi dan Bakso Indonesia (Apmiso) mendesak agar Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa turun tangan menurunkan harga daging sapi.
Hatta harus mampu mensinergikan sektor kementerian pertanian dengan kementerian perdagangan maupun dengan kalangan pengusaha terkait harga daging sapi.
Hal ini disampaikan oleh Ketua Umum Asosiasi Pedagang Mi dan Bakso Indonesia (Apmiso) Trisetyo Budiman, Senin (19/11/2012)
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia mengatakan mahalnya harga daging sapi saat ini terkait suplai yang terbatas. Di satu sisi pemerintah melalui kementerian pertanian membatasi impor daging dan sapi hidup dalam rangka mengejar target swasembada daging 2014. Namun di sisi lain suplai sapi lokal pasokannya terkendala persoalan distribusi alias belum bisa memenuhi kebutuhan.
"Harus ada intervensi, soal harga daging ini. Rupiah saja diintervensi, masak masalah seperti daging saja nggak bisa diintervensi seperti beras. Pemerintah punya duit bagaimanca caranya agar stabil harga daging sapi. Bagaimana melawan orang-orang bermodal besar di daerah yang menahan pasokan sapi," katanya.
"Hatta harus turun tangan, kementan, kemendag itu kan di bawahnya," katanya.
Seperti diketahui beberapa hari terakhir para pedagang daging sapi di Jakarta dan sekitarnya mogok berjualan, para pedagang bakso pun kena imbas. Mereka protes mahalnya harga daging sapi, harga daging sapi sempat menembus Rp 90.000 hingga Rp 100.000/Kg. (hen/dnl)











































