Direktur Bina Program Ditjen Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum Eko Subiakto mengatakan anggaran yang akan dipakai untuk pembuatan proyek ini akan menggunakan APBN tahun jamak atau multiyears.
"Sumber dana? Apbn. Itu untuk multiyears. Untuk tahun pertama dialokasikan sekitar Rp 200 miliar," ungkap Eko saat ditemui di Gedung DPR RI, Senayan Jakarta, Senin (19/11/12).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Bangun waduk itu bisa dibayangkan butuh dana hingga Rp 400-500 miliar. Dan tidak serta merta tahun satu tahun selesai, paling 5 tahun mendatang.
Dia pun mengatakan, pembangunan waduk ini akan tersebar di daerah-daerah kering seperti di Pulau Sumatera. "Di Sumut ada, Aceh, di Jawa juga ada," pungkasnya.
(zlf/hen)











































