Bandar Sapi Setop Pasokan, Belasan Penjagal di RPH Rawabadak Menganggur

Bandar Sapi Setop Pasokan, Belasan Penjagal di RPH Rawabadak Menganggur

- detikFinance
Kamis, 22 Nov 2012 12:50 WIB
Bandar Sapi Setop Pasokan, Belasan Penjagal di RPH Rawabadak Menganggur
Jakarta - Belasan Penjagal di Rumah Pemotongan Hewan (RPH) PT Dharmajaya di Rawabadak Jakarta Utara menganggur alias tidak bekerja. Hal ini adalah dampak dari mahalnya harga sapi lokal di Jakarta yang menyentuh Rp 10-11 juta/ekor.

"Sebanyak 15 penjagal RPH Rawabadak menganggur dan tidak bekerja karena nggak ada juragan daging yang motong sapi disini," ungkap Juru Bicara RPH PT Dharmajaya Rawabadak Ramdhani saat ditemui detikFinance, Kamis (22/11/2012).

RPH Rawabadak Jakarta Utara saat ini hanya dikhususkan untuk memotong sapi lokal saja. Ramdhani mengaku terpukul dengan mahalnya harga sapi lokal dan berpengaruh terhadap kinerja RPH-nya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami dan penjagal jelas merugi karena nggak ada yang motong sapi disini. Padahal kami juga harus membayar air dan listrik tetapi kami tidak bekerja," tuturnya.

Untuk satu ekor sapi, biasanya juragan daging dikenakan tarif pemotongan sebesar Rp 60-70 ribu. Ramdhani mengatakan semakin banyak sapi yang dipotong maka semakin banyak keuntungan yang didapat.

"Tepatnya 1 tahun yang lalu sapi impor masih bisa dipotong ditempat ini. Ada regulasi kebijakan dari Australia yang membuat kami hanya bisa memotong sapi lokal. Sebanyak 40-50 ekor dulu kami selalu potong tiap harinya tetapi saat ini kami menganggur. Kami berharap ada sapi yang kami potong untuk meneruskan kehidupan kami ke depan," jelasnya.

(/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads