Hal itu disampaikan Duta Besar RI untuk Kerajaan Belgia, Keharyapatihan Luksemburg dan Uni Eropa Arif Havas Oegroseno pada acara pembukaan konferensi bambu bertema Bamboo Platform for Green Industry di Yogyakarta baru-baru ini.
Konferensi yang terselenggara atas kerjasama Kementerian Kehutanan RI dan KBRI Brussel ini bertujuan untuk mengubah persepsi orang bahwa bambu hanya mempunyai kaitan erat dengan produk tradisional, dengan harga rendah dan tidak menggunakan teknologi tinggi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Dubes, Indonesia memiliki lebih dari 160 jenis spesies bambu dan perlu digalakkan eksplorasi lebih jauh terhadap pemanfaatan tanaman ini.
Lanjut Dubes, bambu memiliki citra sebagai produk ramah lingkungan. Bambu mempunyai kemampuan menyerap karbon hingga 62 ton karbon per tahun per 1 hektar tanaman bambu.
"Sebaliknya bambu juga dapat melepaskan oksigen 35% lebih banyak daripada kayu. Ada sebanyak 22 juta Ha lahan bambu di dunia yang dapat menyerap 727 teragram karbon," papar diplomat karir kelahiran Semarang ini.
Dikatakan, industri di Indonesia memerlukan lebih banyak bambu untuk bahan bakunya, seperti industri kertas, tekstil, arang bambu, dan lain-lain. Sebagai contoh, industri karbon aktif dengan kapasitas 100 ton per bulan memerlukan tanaman bambu seluas 300 Ha agar pasokan bahan baku dapat terjamin.
Di samping itu, dengan sifatnya yang ramah lingkungan, bambu dapat digunakan untuk merehabilitasi lahan kritis di Indonesia yang diperkiraikan mencapai 33 juta Ha.
"Penanaman bambu juga cocok untuk merehabilitasi lahan bekas galian bahan tambang. Penanaman bambu yang tepat akan dapat mendukung keberlangsungan bahan baku untuk kepentingan proses industri," demikian Dubes.
Konferensi bambu di Yogyakarta (13/11/2012) itu mengetengahkan para narasumber dari pelaku usaha bambu dan yayasan bambu dari Belgia (Oprins Co), India, Vietnam, China (Dasso Industry) dan Filipina (Philippines Bamboo Foundation).
Hadir para pemangku kepentingan dalam bidang bambu, yakni lembaga riset, perguruan tinggi, pelaku usaha, industri dan yayasan di bidang bambu.
Dari pemerintah antara lain Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian RI, Kementerian Kehutanan RI, Kementerian Perindustrian RI, Kementerian Keuangan RI, Kementerian Luar Negeri RI, Kementerian Perdagangan RI, dan Kementerian Pekerjaan Umum RI.
(es/es)











































