Besok, Megawati Lepas Ekspor Mebel ke AS dan Australia
Jumat, 17 Sep 2004 19:13 WIB
Solo -
Asosiasi Industri Permebelan dan Kerajinan Indonesia (Asmindo) Komisariat Daerah (Komda) Surakarta lewat Sentra Industri Mebel dan Kerajinan Asmindo Sragen (Simas) akan mengekspor ke Australia dan Amerika Serikat. Kegiatan itu akan dilepas oleh Presiden Megawati.Pelepasan oleh Presiden Megawati itu sekaligus peresmian beroperasinya Simas di Kalijambe, Sragen, Sabtu (18/9/2004). Peresmian ditandai dengan memberangkatkan 2 kontainer untuk ekspor ke AS dan Australia."Dua kontainer yang dilepas oleh presiden besok itu adalah ekspor perdana Simas. Saya juga perlu memberikan penegasan bahwa tidak ada pembatalan shipment ke kedua negara itu, meskpiun ada peledakan bom," ujar Ketua Asmindo Komda Surakarta, Jokowi, kepada wartawan, Jumat (17/9/2004).Jokowi mengatakan bahwa Simas ini dibangun selama dua tahun di areal seluas 24 hektar, yang mampu menghimpun 50 eksportir mebel dengan investasi sebesar Rp 240 miliar. Selanjutnya tiap bulan Simas diharapkan mampu mengekspor 300 hingga 500 kontainer produk mebel ke pasar internasional.Keberadaa Simas juga diharapkan mampu menjawab keluhan konsumen (importir) yang selama ini sering mengeluhkan tentang produk mebel dari Indonesia. Keluhan itu meliputi kualitas, lambannya pengiriman hingga harga yang dinilai terlalu tinggi."Dengan dibuat terpadu di satu tempat, ketiganya bisa diatasi karena kita bisa melakukan kontrol setiap saat," kata Jokowi.Di Simas Kalijambe, lanjutnya, juga dibangun terminal petikemas. Hal ini agar pengiriman barang melalui kereta api lebih cepat. Sebab, sambung Jokowi, terminal itu akan langsung menghubungkan dengan blok pengapalan ekspor Pelabuhan Tanjung Emas Semarang."Selain itu kita akan mudah mengontrol sekitar 400 perajin yang tadinya terpisah. Sedangkan proyeksi global Simas adalah agar kita mampu bersaing dengan kompetitor ekspor mebel dan kerajinan seperti Vietnam, Cina, Thailand dan Myanmar. Dengan Simas, formulasi pengelolaan sampai pengiriman produk ke negara pembeli diharapkan akan terdeteksi dan tertata dengan baik," ujarnya.
(djo/)










































