"Semenjak Soeharto lengser dan memulai era reformasi pasokan sapi ke Jakarta berkurang drastis," kata salah seorang petugas RPH Pulogadung saat ditemui detikFinance, Jumat (23/11/2012).
Menurut petugas yang sudah lama bekerja di RPH ini, saat Soeharto jadi pimpinan pemerintah, pasokan daging yang datang dari Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur bisa mencapai 1.800 ekor/bulannya. Tetapi semenjak Soeharto lengser, pasokan sapi dari ke tiga sentra daerah itu berkurang drastis menjadi 800 ekor/bulan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia mengatakan, alasan lain yang menyebabkan pasokan daging saat ini menjadi langka dan mahal di Jakarta adalah karena kebutuhan konsumsi di sentra daerah pasokan sapi yang besar juga. Rata-rata per hari ke 3 daerah sentra pemasok sapi itu hanya bisa memberikan 18 ekor sapi saja.
"Sekarang masing-masing daerah hanya bisa memberikan sapi ke Jakarta sebanyak 18 ekor saja. Kebutuhan mereka akan daging juga besar jadi pasokan sapi ke Jakarta berkurang drastis," jelasnya.
Kondisi RPH PT Dharmajaya di Pulogadung Jakarta Timur masih tetap beroperasi meski pasokan sapi menurun tajam dalam beberapa bulan terakhir akibat kelangkaan.
Dalam sehari, RPH Pulogadung memotong setidaknya 20-23 ekor sapi. Jumlah ini mengalami penurunan yang terjadi semenjak Idul Adha berakhir.
Nasib yang dialami RPH Pulogadung jelas berbeda dengan RPH Rawabadak Jakarta Utara. Kedua RPH ini adalah milik Pemda DKI Jakarta. Petugas RPH Pulogadung juga mengatakan sapi yang dipotong di tempatnya kebanyakan sapi impor yang dilakukan penggemukannya di Indonesia.
(wij/dnl)










































