"Saya tidak yakin, mungkin ada tetapi intinya kita kekurangan stok. Ada isu pengusaha nakal mungkin ada tetapi tidak banyak mungkin hanya 1-2 yang menimbun. Ini isu yang dialihkan oleh pemerintah," tuturnya di Hotel Borobuddur Jakarta, Jumat (23/11/2012).
Menurut Sarman, pemerintah telah memangkas kuota impor daging sapi tahun ini menjadi hanya 34 ribu ton secara nasional. "Impor menurun drastis, 2012 hanya 34 ribu ton dari 100 ribu ton yang seharusnya dilakukan. Dengan asumsi sisanya sebesar 66 ribu ton daging sapi dicukupi oleh kebutuhan daging lokal," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tahun 2005 dan 2008 swasembada daging gagal tetapi masih memaksakan. Harus mempercepat impor daging, karena kurang nggak mungkin lagi kita tahan-tahan," imbuhnya.
Terkait upaya pemerintah mengatasi kelangkaan daging di 2013 dengan mengganti daging ayam sebagai sumber kosumsi protein. Menurut Sarman, ini adalah pengalihan isu terhadap kelangkaan daging.
Seperti diketauhi pemerintah telah menyediakan sedikitnya 3,3 miliar ayam di tahun 2013 untuk merespon kebutuhan protein hewani di 2013.
"Kaji secara komprehensif data Kementan (kementerian pertanian). Kalau kurang jangan malu-malu untuk tambah. Pengalihan daging ayam itu adalah isu yang tidak baik. Kalau kurang ditambah dan kalau ada tunjukan," tandasnya.
(wij/hen)











































