"Tahun depan sekitar 50 ribuan," ujar Mendikbud M. Nuh saat ditemui di Balai Kartini, Jakarta, Jumat (23/11/2012).
Nuh menyebutkan untuk 50 ribu beasiswa tersebut dibutuhkan anggaran sekitar Rp 1 triliun. Jumlah tersebut ditambah dengan anggaran beasiswa untuk 92 ribu anak yang telah mendapatkan beasiswa pada tahun sebelumnya dan masih menjalankan pendidikan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Nuh menyebutkan syarat penerima beasiswa adalah miskin dan memiliki kemampuan akademik yang sesuai standard perguruan tinggi. Dengan adanya akses pendidikan ini, Nuh yakin bukan suatu hal yang mustahil seorang anak miskin bisa menjadi melanjutkan kuliah hingga tamat.
"Yang daftar itu sudah banyak, sudah puluhan ribu. Syarat pertama miskin, kaya tidak boleh masuk sini, tapi ada minimum kemampuan akademik yang memadai. Sehingga sekarang itu anak miskin masuk di kedokteran itu bukan sesuatu yang mustahil," tegasnya.
"Bisa dicek ke UI atau Unpad, setiap tahun rata-rata 15 anak di Fakultas Kedokteran tidak pakai bayar dan setiap bulan dikasih Rp 600 ribu karena dulu mikirnya, sekolah memang tidak bayar, tapi nanti hidupnya pakai apa. Makanya biaya hidupnya juga dibayar, Rp 600 ribu itu dibilang cukup ya cukup, dibilang tidak ya tidak," pungkasnya.
(nia/dru)










































