Harga Daging Sapi Meroket, Pedagang Bakso se-Jateng 'Menjerit'

Harga Daging Sapi Meroket, Pedagang Bakso se-Jateng 'Menjerit'

- detikFinance
Senin, 26 Nov 2012 16:21 WIB
Harga Daging Sapi Meroket, Pedagang Bakso se-Jateng Menjerit
Semarang - Sebanyak 30 ribu pedagang bakso sapi di Jawa Tengah menjerit dengan naiknya harga daging sapi yang mencapai Rp 82 ribu per kilogram.

Ketua Asosiasi Pedagang Bakso se-Jateng Lasiman mengatakan, pihaknya sering mendapat keluhan dari para anggota terkait harga daging sapi yang melonjak dan persediaan daging sapi yang semakin menipis di pasaran.

"Pedagang bakso menjerit, teman-teman mengeluh ke saya. Mereka menanyakan bagaimana agar harga daging dan stoknya bisa kembali seperti semula," katanya di Expo Hari Korpri di halaman Gedung Gubernur Jateng, Jalan Pahlawan, Semarang, Senin (26/11/2012).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tingginya harga daging berefek pada pendapatan pedagang bakso di Jateng termasuk yang dialami Lasiman sendiri. Menurutnya, pedagang bakso lama kelamaan gulung tikar jika kenaikan harga tidak terkendali sementara harga jual bakso tidak ikut dinaikkan.

"Rata-rata menjual bakso Rp 7.000 satu porsi, tapi kalau harga dagingnya Rp 82 ribu per kilo maka kami sama sekali tidak mendapat keuntungan," tandas Lasiman.

"Dalam setahun ini kenaikan harga daging sapi mencapai 40 persen," imbuhnya.

Selain itu asosiasi pedagang bakso juga mengeluhkan semakin minimnya persediaan daging sapi di pasaran. Hal tersebut menurut Lasiman terjadi diduga karena dikirim ke Jakarta yang saat ini mengalami krisis daging sapi.

"Hilangnya sapi di pasaran mungkin terjadi karena adanya kesengajaan dibawa ke Jakarta karena masih kritis. Jika seperti ini Jateng akan mengalami pengikisan daging sapi," ujar pria yang berdagang bakso di kawasan Kesatrian Semarang itu.

Dengan kenaikan harga dan semakin sedikitnya daging sapi di pasaran, Lasiman dan puluhan ribu anggotanya harus merubah pola hidup karena keuntungan menjual bakso yang semakin menipis.

"Dulu omzet saya sekitar Rp 2 juta per bulan, tapi dalam dua minggu terakhir ini untuk mencapai Rp 1 juta saja susah," tutur Lasiman.

Sementara itu Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Jawa Tengah Ikhwan Sudrajat mengatakan, harga daging yang tercatat hingga Oktober adalah Rp 67.500 per kilogram dan mengalami kenaikan dari Rp 3.500 hingga Rp 4.000 per kilogram.

"Kenaikan harga tergantung dari jenis dagingnya. Tertinggi Rp 90 ribu dan ada yang masih Rp 54 ribu," ujar Ikhwan.

"Kenaikan harga mungkin terpengaruh harga Jakarta yang merupakan Barometer," cetusnya.

Terkait menipisnya persediaan daging sapi yang dikhawatirkan pedagang bakso, Ikhwan mengaku heran karena saat ini Jateng tidak mengalami masalah soal pasokan daging sapi."Mungkin karena banyaknya hajatan di akhir tahun," ujar Ikhwan.

Kemungkinan kekhawatiran pedagang bakso soal harga dan pasokan akan berakhir setelah memasuki 2013 karena menurut Ikhwan, pada awal tahun musim hajatan akan berkurang.

"Musim hajatan akan segera berakhir bulan Januari," tutup Ikhwan.

(alg/dnl)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads