Krisis Daging dan Sapi Korban Ambisi Swasembada Daging di 2014

Krisis Daging dan Sapi Korban Ambisi Swasembada Daging di 2014

- detikFinance
Selasa, 27 Nov 2012 08:49 WIB
Krisis Daging dan Sapi Korban Ambisi Swasembada Daging di 2014
Jakarta - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menginginkan tercapainya swasembada daging pada tahun 2014. Namun kenyataannya upaya swasembada daging dengan memangkas kuota impor daging beku dan sapi bakalan tak dibarengi dengan upaya membenahi suplai sapi dalam negeri ke pasar.

Wakil Ketua DPD Perhimpunan Peternak Sapi dan Kerbau Indonesia (PPSKI) Sumatera Utara Elianor Sembiring mengatakan keinginan swasembada daging 2014 tak diimbangi dengan upaya nyata oleh pemerintah. Padahal selama ini pemerintah belum berbuat banyak untuk mencapai swasembada, yang ada hanya memangkas kuota impor sapi bakalan dan daging beku.

“Target 2014 harus swasembada tapi mereka nggak tahu bagaimana, dulu ada KUPS (kredit usaha peternakan sapi), diberikan oleh perbankan swasta dan pemerintah, tapi banknya nggak siap, petani nggak siap, mereka minta perbankan minta jaminan pinjaman,” katanya kepada detikFinance, Selasa (27/11/2012)

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bagi Elianor seharusnya untuk mencapai swasembada perlu pembangunan fondasi yang kuat di industri peternakan sapi dalam negeri. Antara lain:

  1. Selama dua tahun menyiapkan sapi bakalan dari impor juga menyiapkan sapi indukan sebanyak-banyaknya.
  2. Mudahkan proses Kredit Usaha Peternakan Sapi (KUPS)
  3. Segera melakukan perbaikan distribusi daging dan sapi, antaralain menyiapkan kapal khusus angkut sapi.
  4. Siapkan data populasi sapi yang akurat menggambarkan populasi sapi di dalam negeri sebenarnya.

“Jadi jangan hanya membuat data laporan asal bapak senang, ABS,” katanya.

Ia menambahkan hingga kini belum ada cetak biru atau blue print terkait industri peternakan di Indonesia. Hal ini secara langsung membuat pemerintah kesulitan menyelesaikan tahapan-tahapan untuk mencapai swasembada daging.

“Kalau pun ada di pusat saja, di daerah nggak ada,” katanya.

(hen/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads