Saat ini, dari 6.000 Km jalan yang ada di Timor Leste, sebanyak 80% diantaranya dalam kondisi rusak. Pengembangan sektor jalan di Timor Leste dinilai sebagai langkah penting dalam upaya mendukung pertumbuhan ekonomi di bekas wilayah Indonesia tersebut.
Demikian dikutip dari situs Kementerian PU, Selasa (27/11/12)
Jenderal (Sekjen) Kementerian PU Republik Indonesia Agoes Widjanarko mengatakan, untuk membantu peningkatan kemampuan kontraktor dan konsultan Timor Leste, Indonesia siap memobilisasi perusahaan jasa konstruksinya ke negara tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Hal yang perlu diberikan pada pelatihan lanjutan diantaranya, aspek perencanaan, evaluasi kontraktor pengawasan pelaksanaan pekerjaan, termasuk memelihara dan operasinalisasi jalan dan jembatan pasca konstruksi," imbuhnya.
Menteri PU Timor Leste Gastao De Sousa menerangkan, pihaknya sangat mendorong peningkatan kemampuan kontraktor dan konsultan di negaranya. Untuk itu, setiap penyedia jasa konstruksi asing yang bekerja di Timor Leste, diwajibkan bekerjasama dengan penyedia jasa konstruksi lokal.
"Itu merupakan upaya kami untuk proses belajar kontraktor kami. Kedepannya, kami berharap bahwa kontraktor kami tidak mampu bekerja di dalam negeri, tetapi dapat mengerjakan proyek-proyek di negara tetangga seperti Singapura, Malaysia, ataupun Thailand"β ujar Gastao.
Kementerian PU Indonesia juga siap melakukan pendampingan dengan mengirimkan para tenaga ahlinya bidang jalan dan jembatan untuk dipekerjakan di Kementerian PU Timor Leste.
Pelatihan peningkatan kapasitas SDM bidang jalan dan jembatan telah dilakukan sebanyak empat kali pada 2011-2012. Materi yang diberikan pada pelatihan itu diantaranya rekonstruksi dan rehabilitasi jalan serta pemeliharaan jalan dan jembatan. (hen/dnl)











































