Demikian diungkapkan Sekertaris Jenderal Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Ernovian G Ismi dalam acara diskusi soal UMP di Kantor Sekretariat Dewan Pengurus Nasional API di Jalan Gedung Duta Graha, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Selasa (27/11/12).
"Upah itu dalam pemerintahan itu standar untuk (PNS) IIIA, dengan background sarjana. Di industri padat karya, lulusan SD itu Rp 2,2 juta," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Upah ini harus sesuai dengan skill, produktifitas, dan efisiensi," ungkap Ernovian.
Dia mencontohkan, jam kerja buruh di industri di Indonesia termasuk yang paling rendah dibanding negara-negara lain yang menjadi saingan industri Indonesia selama ini.
"Kita 40 jam/minggu. Dibandingkan negara lain kompetitor kita, kita paling rendah, China, Bangladesh, dan lain-lain," katanya.
Tak hanya itu, dia pun menuturkan, jam beroperasinya pabrik di Indonesia masih tergolong minim. Dalam setahun, sebuah pabrik hanya beroperasi selama 339 hari.
"Bangladesh 350 hari, India 357, Pakistan 348 hari," pungkasnya.
(zlf/dnl)
