Bisnis Sapi Impor Australia Lebih Mudah daripada Lokal

Bisnis Sapi Impor Australia Lebih Mudah daripada Lokal

- detikFinance
Selasa, 27 Nov 2012 19:14 WIB
 Bisnis Sapi Impor Australia Lebih Mudah daripada Lokal
Pekanbaru - Berbisnis menggemukan sapi bakalan dari impor Australia lebih mudah dan menjanjikan. Sementara berbisnis sapi lokal tak mudah karena terkendala transportasi.

Hal itu disampaikan, Kepala Dinas Peternakan Provinsi Riau, Asykardia Patrianov dalam perbincangan dengan detikFinance, Selasa (27/11/2012) di Pekanbaru.

Menurut Patrianov, jika sekarang ini terjadi riak atas pengurangan kuota sapi impor itu, hal itu lebih dimungkinkan terusiknya pelaku bisnis sapi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ya sekarang kalau terjadi ribu-ribut soal kuota itu, inikan semata-mata hanya urusan bisnis yang mulai terusik. Kalau kita mau jujur, mengapa harus minta dinaikan kuota sapi impor itu? Buat apa, semakin banyak sapi impor, itu justru mematikan peternak lokal," kata Patrianov.

Menurutnya berbisnis sapi asal Australia, kata Patrianov lebih mudah ketimbang bisnis sapi lokal. Karena bisnis sapi impor ini bisa hanya dengan modal telepon minta kuota dan langsung bisa diantar. Satu sisi, sapi lokal, bisnisnya agak ribet. Karena pedagang harus mendatangi ke petani dan membutuhkan dana untuk biaya transportasinya.

"Disinilah terjadinya perbedaan itu. Tapi kondisi inikan harus kita hadapi bersama dengan cara melakukan pembinaan dengan peternak lokal. Kalau semuanya bisa berjalan normal, tentunya kita sangat memilih sapi lokal, demi kemakmuran rakyat Indonesia sendiri," kata Patrianov.

Ia menjelaskan, untuk di Riau, khususnya Pekanbaru, harga daging sapi normalnya Rp105 sampai Rp110 ribu/kg. Harga daging ini relatif lebih mahal sekitar Rp15 ribu dari daerah lainnya di Indonesia.

"Pengurangan kuota sapi Australia itu justru akan berdampak positif buat peternak lokal. Karena dengan demikian, peternak lokal justru akan bangkit dari keterpurukan. Kalau kita masih terus menerus bergantung pada Australi, mau sampai kapan peternak lokal kita akan bangkit. Kita tidak terpengaruh atas pengurangan kuota itu," kata Patrianov.

Menurutnya, dengan pengurangan kuota, kebutuhan sapi di Pekanbaru saat ini didatangkan dari Sumatera Barat, Sumatera Utara, Jawa dan Nusa Tenggara Barat. "Sehari rata-rata kebutuhan sapi di Pekanbaru sekitar 30 ekor. Sekarang ini dari junlah itu kini 18 ekor asal Sumbar, sisanya dari Sumut dan sapi impor," kata Patrianov.

(cha/hen)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads