Alokasi Impor Daging dan Sapi di 2013 Capai 80.000 Ton

Alokasi Impor Daging dan Sapi di 2013 Capai 80.000 Ton

Luhur Hertanto - detikFinance
Selasa, 27 Nov 2012 20:17 WIB
Alokasi Impor Daging dan Sapi di 2013 Capai 80.000 Ton
Jakarta -

Kementerian Pertanian memproyeksikan alokasi impor daging dan sapi (setara daging) di 2013 akan mencapai 80.000 ton. Jumlah ini relatif beda tipis dengan tahun ini yang mencapai 85.000 ton daging beku dan sapi.

"Alokasi impor tahun 2013 diperkirakan 80 ribu ton. Sebanyak 15% dari kebutuhan daging. Hampir sama, yang jelas izin 2013 akan dikeluarkan di Desember, supaya Januari bisa dikeluarkan, paling tidak pertengahan Desember. Sehingga untuk keperluan Januari bisa dikeluarakan, sehingga tidak ada jeda," kata Menteri Pertanian Suswono di Istana Negara, Jakarta, Selasa (27/11/2012)

Ia menjelaskan dengan mengeluarkan izin satu bulan lebih cepat maka diharapkan para pelaku usaha tak menahan stok daging tahun ini. "Sehingga stok yang ada tidak perlu ditahan. Keperluan Natal dan Tahun Baru peningkatan dilepas saja, laporan diterima realisasi 2012 belum semua terealisasi," katanya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Suswono menegaskan saat ini ada kecenderungan para pelaku usaha daging sapi berusaha menahan stoknya.

"Nampaknya ada indikasi menahan, stok cukup besar. Ada ancaman kepada RPH (Rumah Potong Hewan) dilarang memotong, surat edaran itu saya terima, bahkan akan mendenda Rp 25 juta, ancaman itu nyata ada," kata Suswono.

Bahkan Suswono menuturkan praktik-praktik curang yang menyebabkan daging dan sapi tertahan indikasinya sangat kuat.

"Di Jawa Timur, ini lebih bukan pasokan, ini ada indikasi tidak sehat. Perlu diaudit, pelaku usaha importir sungguhan, atau jual beli surat, diverifikasi. Seperti yang dikatakan, stok sapi hidup belum, tuntutan volume, November mencukupi," katanya,

Seperti diketahui secara nasional kebutuhan daging sapi dan kerbau tahun 2012 untuk konsumsi dan industri sebanyak 484.000 ton. Sedangkan ketersediaan sebanyak 399 ribu ton diperkirakan dicukupi dari sapi lokal.

Sehingga terdapat kekurangan penyediaan sebesar 85.000 ton. Kekurangan ini dipenuhi dari impor berupa sapi bakalan dan daging beku. Dari sapi bakalan sebanyak 283 ekor atau setara dengan 51.000 ton dan impor daging beku sebanyak 34.000 ton.

(hen/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads