Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto (Djokir) mengatakan, ide Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) untuk menciptakan hunian kampung deret di pinggir Sungai Ciliwung tidak bisa diterima.
Konsep Jokowi tersebut adalah untuk menata pemukiman kumuh dan padat penduduk di sepanjang bantaran kali. Namun Djoko mengatakan, saran dari para ahli sumber daya air (SDA), para ahli lingkungan, dan ahli tata ruang menyarankan agar tidak ada bangunan di bantaran atau di atas kali.
"Kalau yang di atas sungai kita tidak jadi bangun. Karena banyak sekali saran dari para ahli. Undang-undang SDA itu intinya memanjakan sungai. Kali itu dimanjakan, jangan dikotori, atau ditempati kalau bisa," kata Djoko saat ditemui usai menghadiri seminar konstruksi di Hotel Sultan, Jakarta, Rabu (28/11/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau di Seoul ada Sungai Han itu, di kali beberapa ratus meter di kanan kiri itu bebas semua. Masa kita mau ngumpulin orang tinggal di atasnya," jelas Djoko.
Jokowi sebelumnya pernah mendatangi warga bantaran Kali Ciliwung dan mempresentasikan konsep kampung deret kepada warga di sana.
Jokowi sudah perintahkan Kadis PU untuk segera melakukan pengukuran terkait rencana pembangunan tersebut dan memberikan waktu selama satu minggu kepada warga dan aparat perangkat daerah yang hadir untuk mendiskusikan apakah setuju atau tidak dibangun tempat tinggal berkonsep kampung deret di daerah tersebut.
(zlf/dnl)











































