Tak Ada Dana, Proyek MRT di Surabaya Batal Dibangun

Tak Ada Dana, Proyek MRT di Surabaya Batal Dibangun

Zaenal Effendi - detikFinance
Kamis, 29 Nov 2012 10:38 WIB
Tak Ada Dana, Proyek MRT di Surabaya Batal Dibangun
Surabaya - Meski sempat digembar-gemborkan, rencana proyek moda transportasi Mass Rapid Transit (MRT) berbasis kereta listrik dengan rute Stasiun Gubeng-Bandara Juanda dipastikan batal diwujudkan dalam waktu dekat ini. Sementara itu proyek yang sama, MRT Jakarta juga belum ada keputusan dari Gubernur DKI Jokowi.

Hal ini disebabkan, anggaran tahap awal sebasar Rp 30 miliar dari pemerintah pusat yang awalnya untuk pembangunan MRT yang dirancang elevated tersebut dialihkan untuk penyelesaian jalur kereta api double track atau jalur ganda di lintasan utara.

Kepala Dinas Perhubungan dan LLAJ Jatim, Wahid Wahyudi saat dihubungi detikFinance membenarkan hal tersebut meski MRT tersebut sangat dibutuhkan untuk menunjang moda transportasi yang integreted.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Memang perlu, tapi sekarang anggaran dari APBN itu dialihkan dulu untuk menyelesaikan proyek double track yang juga program nasional," katanya, Kamis (29/11/2012).

Wahid juga memastikan jika ketersediaan lahan untuk double track jalur pantura tidak ada kendala yang berarti. Ia menjelaskan, sebagian besar lahan yang akan dibangun double track merupakan lahan milik PT Kereta Api.

Untuk pengerjaan jalur ganda kereta api, kata Wahid diperkirakan akan selesai akhir 2014 meski hingga akhir 2012 masih belum ada upaya pengerjaan dari PT KA. "Direncanakan pembangunan double track akan selesai akhir tahun 2014 dan anggaran untuk kereta bandara akan dikaji ulang," pungkas Wahid.

Diberitakan sebelumnya, jika proyek mendapatkan kucuran dana awal sebesar Rp 30 miliar dari APBN itu akan tetap berjalan meskipun belum ada investor yang siap mendanai. Untuk pelaksanaan tahap awal, akan dibangun tiang pancang di jalur Aloha-Juanda. Langkah itu untuk memancing masuknya investor.

Roadmap proyek kereta api sepanjang 110 Km yang terintegrasi dengan berbagai kota di Jawa Timur itu sebelumnya telah ditandatangani oleh Menteri Perhubungan saat dijabat Djuasman Syafeii Djamal dan Gubernur Jatim Imam Utomo pada 5 Agustus 2008.

Proyek itu terbagi atas dua tahap dengan total jalur yang dikerjakan mencapai panjang 110 km. Tahap I, skenarionya terdiri atas ruas Kandangan (Sby)-Surabaya-Waru-Sidoarjo sepanjang 42 km termasuk program double track dan membuat jalur rel yang ditinggikan (elevated).

Tahap ini juga termasuk perbaikan stasiun dan pembangunan sejumlah perhentian (shalter). Tahap II berupa pembangunan jaringan KA menjadi double track untuk ruas Kandangan Surabaya-Lamongan, Surabaya-Mojokerto, Waru-Sidoarjo-Porong Sidoarjo-Bangil Pasuruan.

(ze/hen)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads