Di Belanda Pengangguran Meningkat, Pekerjaan Sulit Didapat

Laporan dari Den Haag

Di Belanda Pengangguran Meningkat, Pekerjaan Sulit Didapat

Eddi Santosa - detikFinance
Kamis, 29 Nov 2012 12:51 WIB
Di Belanda Pengangguran Meningkat, Pekerjaan Sulit Didapat
Den Haag - Angka pengangguran di Belanda mencapai 6,8% (536.000 orang), melampaui batas psikologis 5%. Lebih dari seperempatnya bergantung pada tunjangan lebih lama dari setahun, karena sulit menemukan pekerjaan.

Terutama para pengangguran kelompok usia 45-65 tahun ternyata sulit untuk menemukan kembali pekerjaan. Dalam rencana kabinet baru, daya beli para pengangguran ini akan semakin menurun, dan pada akhirnya akan sepenuhnya bergantung pada tunjangan.

Per November saat ini sebanyak 309.605 orang tergantung pada tunjangan pengangguran, sebanyak 87.000 lebih dari 12 bulan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Rinciannya, kelompok usia sampai 35 tahun 1,9%, usia 35-44 tahun 18%, usia 45-55 tahun 34%, dan usia 55+ paling tinggi yakni 51%. Makin tinggi usia, makin sulit menemukan kembali pekerjaan, demikian televisi publik NOS, Rabu malam atau Kamis (29/11/2012).

Menurut Centraal Bureau voor Statistiek/CBS (Biro Pusat Statistik), hanya 15% dari kelompok usia 45 ke atas dapat menemukan kembali pekerjaan setelah 3 bulan.

Sebaliknya pengangguran kelompok usia 15-25 dan 25-45 tahun dapat menemukan kembali pekerjaan dalam waktu 3 bulan (satu kuartal) masing-masing 31% dan 22%.

Di Belanda, seseorang yang terkena menganggur akan mendapat tunjangan menurut Werkloosheidswet (UU Pengangguran). Selama 3 bulan pertama besarnya 75% gaji atau penghasilan (kalau dia pengusaha) selama setahun sebelumnya. Setelah 3 bulan besarnya 70%.

Menurut UU itu, seorang penganggur berhak atas tunjangan itu selama 38 bulan, setelah selama itu masih menganggur juga maka dia akan mendapat tunjangan sosial yang jumlahnya cukup untuk kebutuhan dasar.

Karena krisis ekonomi berkepanjangan, kabinet baru akan mengamandemen UU tersebut dengan memangkas lamanya tanggungan dari 38 bulan menjadi 24 bulan, demi efisiensi.

Ekonomi Belanda pada kuartal ketiga kembali mengalami kontraksi, besarnya 1,1% terhadap kuartal kedua, Situasi ekonomi Belanda, pertumbuhan lemah di Prancis dan Jerman (0,2%) dan krisis di Eropa Selatan, membawa Zona Euro saat ini memasuki resesi. Pada kuartal kedua ekonomi Zona Euro telah mengalami kontraksi 0,2%, dan pada kuartal ketiga 0,3%. (es/es)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads