Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan mengungkapkan, proyek besar ini masih dalam tahap perencanaan, dan memerlukan waktu panjang untuk merampungkannya.
"Itu baru tahap perencanaan, masih agak panjang kalau ditanya waktunya kapan," ungkapnya kepada detikFinance di Sumedang, Kamis (29/11/12).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita ingin secepatnya, kalau uangnya punya kita sih pasti secepatnya, tapi ini uang investor. Investor kan pasti ngitung timing, ngitung untung," lanjutnya.
Menurut Aher nantinya proyek ini akan beroperasi mengelilingi kota Bandung Raya. Mencakup semua daerah hingga kabupaten Bandung dan Cimahi. "Bahkan monorelnya akan lintas, Bandung Raya. Bandung, Cimahi Kabupaten Bandung," katanya.
Ketika ditanya kapan proyek ini rampung, Aher enggan berkomentar banyak. Ia mengatakan, ia sudah berbicara dengan Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo dan akan bersama-sama melancarakan proyek yang sama.
"Kita tidak mau berspekulasi, saya juga sudah mengobrol dengan Pak Jokowi katanya untuk meneruskan segera, tapi segera juga terkait dengan proyek besar. Apalagi dengan investor luar itu ada penghitungan untung rugi itu kan tidak sederhana. Sampai ada hitung-hitungan teknis menguntungkan semua pihak, baru bisa dijalankan," katanya.
Seperti diketahui, rencananya proyek monorel ini akan melewati jalur Dago-Alun-alun-Soreang dan arah Timur menuju Cibiru-Jatinangor.
"Dalam pembicaraan dengan pihak Panghegar, jalur yang dibidik adalah Dago – Alun alun Bandung – Soreang – dan arah timur seperti Cibiru dan jatinangor," kata Vice President CMC Imp & Exp Corp Zhao Jun selaku calon investor monorel Bandung.
Hal itu diamini Direktur Panghegar Group Hilwan Saleh. Menurut Hilwan, rencana pembangunan ini melibatkan Pemkot Bandung dan juga Pemprov Jabar. "MRT yang kita bangun kombinasi, monorel dan juga subway. Untuk tahap awal monorel dulu," katanya beberapa waktu lalu.
(zlf/hen)










































