Kementerian Pertanian (Kementan) tidak mau disalahkan atas melambungnya harga daging dan harus terpaksa kembali membuka kran impor daging tahun ini. Sehingga total impor tahun ini mencapai 19%.
"Tambahan impor inikan menjadi 80.000 ton, ini kan kita diganggu, di ujung saja masih harus impor, tapi sekarang ini kan sudah reda, kita ambil pelajaran berharga ini," kata Wakil Menteri Pertanian, Rusman Heriawan, di Kantor Kementerian Pertanian, Jumat (30/11/2012).
Dikatakan Rusman, sebenarnya pemerintah sudah menentukan impor daging tahun ini sebesar 17,5% dari total kebutuhan daging sapi nasional, dan 82,5% kebutuhan akan dipenuhi dari sapi lokal.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun kata Rusman, sampai 2014 nanti pemerintah masih membuka keran impor, namun hanya 10% dari total kebutuhan daging nasional. Dikatakan Rusman, itu artinya Indonesia sudah melakukan swasembada daging.
"Kalau nanti 2014 kita hanya impor daging 10% artinya kita sudah swasembada daging, karena kita tidak mungkin tidak impor sama sekali, segala RPH (rumah potong hewan) kita belum bisa menghasilkan daging sapi yang kualitas tinggi seperti wagyu," cetusnya.
Harga daging sapi di pasaran sempat melonjak mencapai sekitar Rp 90 ribu per kg, bahkan ada di daerah seperti Pekanbaru ada yang harganya menembus Rp 100 ribu per kg.
Pemerintah berencana untuk menambah kuota impor daging untuk memenuhi kelangkaan yang terjadi. Akhir tahun ini rencananya tambahan kuota impor daging bakal didatangkan.
(rrd/dnl)










































