Kebutuhan Daging Sapi Tahun 2013 Bakal Tembus 500.000 Ton

Kebutuhan Daging Sapi Tahun 2013 Bakal Tembus 500.000 Ton

Rista Rama Dhany - detikFinance
Jumat, 30 Nov 2012 14:22 WIB
Kebutuhan Daging Sapi Tahun 2013 Bakal Tembus 500.000 Ton
Jakarta - Pemerintah memprediksi kebutuhan daging sapi tahun depan akan mencapai 500.000 ton, sedangkan tahun ini diperkirakan 484.000 ton. Dari total kebutuhan tersebut pemerintah menetapkan kuota impor daging 2013 sebesar 80.000 ton mencakup daging beku dan sapi bakalan.

"Kebutuhan daging sapi tahun depan mencapai sekitar 500.000 ton, dengan jumlah tersebut pemerintah menetapkan impor daging 2013 sebesar 80.000 ton," ucap Wakil Menteri Pertanian, Rusman Heriawan, di Kantor Kementerian Pertanian, Jumat (30/11/2012).

Dikatakan Rusman, sementara untuk populasi sapi lokal yang ada saat ini diperkirakan mencapai 16,5 juta ekor. "Populasi sapinya saat ini diperkirakan ada sekitar 16,5 juta ekor, dengan perhitungan ada perkembangan populasi sapi pertahunnya mencapai 6%," ucapnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Meningkatnya kebutuhan daging sapi ini karena meningkatnya populasi masyarakat Indonesia kelas menengah.

"Kelas menengah kita tumbuh tinggi, mempunyai lifestyle baru, biasanya makan daging hanya setahun dua kali, kalau orang Islam pada hari raya kurban dan Idul Fitri sekarang bisa makan kapan saja," katanya.

Untuk itu tahun depan dengan kebutuhan daging sapi mencapai 500.000 ton dengan kuota impor 80 ribu ton, hitungan Pemerintah kebutuhan mencapai 2,2 kg per kapita per tahun.

"Hitungan kebutuhan daging sapi tahun depan kita naikan loh, pada 2011 hanya 1,9 kg per capita per tahun, tahun depan kita naikkan menjadi 2,2 kg per capita per tahun, ini karena pertumbuhan kelas menengah di Indonesia," tandasnya.

Seperti diketahui secara nasional kebutuhan daging sapi dan kerbau tahun 2012 untuk konsumsi dan industri sebanyak 484.000 ton. Sedangkan ketersediaan sebanyak 399 ribu ton diperkirakan dicukupi dari sapi lokal.

Sehingga terdapat kekurangan penyediaan sebesar 85.000 ton. Kekurangan ini dipenuhi dari impor berupa sapi bakalan dan daging beku. Dari sapi bakalan sebanyak 283 ekor atau setara dengan 51.000 ton dan impor daging beku sebanyak 34.000 ton.

(rrd/hen)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads