Dari Proyek TPPI, Pertamina Raup US$ 1 Miliar per Tahun
Senin, 20 Sep 2004 23:37 WIB
Jakarta - PT Pertamina (Persero) memperkirakan pihaknya akan meraup pendapatan sebesar US$ 1 miliar per tahun dari proyek Trans Pacific Petrochemical Indonesia (TPPI). Hingga saat ini pembangunan proyek tersebut masih berjalan dan diharapkan dapat beroperasi sekitar tahun 2006. "Ini proyek yang menguntungkan. Nilainya cuma US$ 400 juta dan bisa dibayar dalam tempo dua tahun. Sementara dari perhitungan kami, Pertamina setidaknya akan memperoleh pendapatan sebesar US$ 1 miliar per tahun, kira-kira mulai 2007," ujar Direktur Keuangan Pertamina Alfred Rohimone ketika dihubungi wartawan, Senin (20/9/2004).Alfred juga menegaskan adanya proyek TPPI, akan mengurangi ketergantungan impor minyak mentah Indonesia dari luar negeri. "Tuban bisa jadi kota minyak, kebutuhan Jawa Timur bisa dipenuhi," ujarnya.Apalagi jika Jawa Timur juga dibangun kilang minyak. "Kalau sudah begitu, asing tak bisa masuk lagi ke Jatim. Selama ini cuma propinsi Jatim yang jadi weakness kita karena tidak ada kilang minyak disana padahal kebutuhannya tinggi," kata Alfred.Sebelumnya Pertamina mendapatkan pendanaan dari NEXI sebesar US$ 200 juta dan JBIC sebesar US$ 200 juta. Pencairan pendanaan itu hanya sekitar US$ 50 juta per tiga bulan sejak Mei 2004. "Namun karena pembangunannya cepat, Standart Chartered Bank berminat untuk memberikan bridging," demikian Alfred Rohimone.
(fab/)











































